Aceh, elaeis.co - Sejak pertengahan Mei, tepatnya usai Presiden Prabowo menyampaikan pidato mengenai regulasi ekspor CPO yang kemudian lahir Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis, harga kelapa sawit disejumlah wilayah mengalami penurunan, tak terkecuali di wilayah Nagan Raya, Aceh.

Sayangnya meski di sentra kelapa sawit harga sudah mulai kembali bangkit, di Kabupaten Nagan Raya justru harga kelapa sawit masih terseok-seok. Sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di wilayah itu membeli dengan harga Rp2.750/kg.

Harga ini serentak diberlakukan oleh empat PKS yang beroperasi di Nagan Raya. Padahal, harga sawit di kabupaten lain sudah jauh diatas harga tadi.

Ketua Apkasindo Aceh, Netap Ginting menduga ada kesengajaan atau malah lebih mengarah ke mufakat jahat yang dilakukan oleh empat PKS di Nagan Raya itu. Pasalnya, kelapa sawit milik petani Nagan Raya justru dibeli dengan harga tinggi yakni sekitar Rp3.400/kg di Kota Subuluhsalam.

"Kita sempat menanyakan apa alasan PKS itu membeli dengan harga rendah. Jawabannya, lantaran rendemen atau mutu TBS yang rendah. Sedangkan saat dilakukan pengecekan di Subuluhsalam mutu TBS petani justru bagus sehingga pabrik berani membeli dengan harga tinggi," katanya saat berbincang dengan elaeis.co, Sabtu (4/7).

Kondisi itu kata Netap sangat merugikan petani. Sementara hal tersebut sudah berlangsung cukup lama.

"Memang benar, harga sudah naik dari yang Rp1.900/kg pada saat hebohnya Perpres ekspor menjadi Rp2.750/kg tapi itu belum setara dengan wilayah lain. Apalagi jika mengacu pada harga penetapan," terangnya.

"Kita berharap, PKS tidak sewenang wenang menerapkan harga yang rendah seperti itu. Sebab akan merugikan petani," pintanya.

Netap mengaku pihaknya akan terus mengawal penetapan harga okeh PKS ini. Ia juga mengaku apresiasi petugas dari pemerintah yang terdiri dari unsur kepolisan, TNI dan lainnya telah melakukan penyelidikan kondisi harga sawit di Nagan Raya tersebut.

"Kita berharap akan ada perubahan dimana hasil produksi kebun milik petani Nagan Raya dibeli dengan harga yang sesuai," tandasnya.