Sejumlah petani sawit di wilayah di Kecamatan Putri Hijau pun merespons baik peringatan tersebut. Salah seorang petani, Siti Rahayu mengatakan, akan mengikuti semua instruksi dan pelatihan yang diberikan untuk mengurangi risiko bencana alam.
"Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah terhadap keselamatan kami. Kita akan mengikuti semua instruksi dan pelatihan yang diberikan," ujarnya.
Untuk diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, dampak perubahan iklim semakin terasa di berbagai daerah, termasuk Bengkulu Utara. Peningkatan curah hujan yang ekstrem dapat memicu tanah longsor dan banjir.
Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan dan penanganan bencana perlu ditingkatkan secara kolaboratif untuk melindungi masyarakat dan lingkungan.
Antisipasi Bencana Alam di Putri Hijau Lewat Pelatihan
Diskusi pembaca untuk berita ini