Dua PLTBg Ini Jadi Andalan PTPN IV PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global
Ketidakpastian harga energi fosil akibat dinamika geopolitik global mendorong pelaku industri mencari strategi alternatif demi menjaga stabilitas operasional. Di sektor perkebunan, langkah antisipatif tersebut telah menunjukkan hasil. Diantaranya Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, misalnya, mengandalkan energi
Karyawan PTPN IV Regional III Masifkan Gerakan Bike to Work, Dukung Efisiensi Energi
Karyawan PTPN IV Regional III mulai membiasakan gerakan bike to work atau bersepeda ke kantor sebagai bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat sekaligus mendukung efisiensi energi. Gerakan tersebut diinisiasi oleh komunitas Gowes Regional 3 (Go_R3) dan mulai dilangsungkan secara bertahap pada akhir pekan ini, dengan melibatkan sejumlah karyawan dari berbagai unit kerja. Ketua Komunitas Go_R3, Hendra, mengatakan bahwa pada hari pertama pelaksanaan, sedikitnya belasan karyawan telah berpartisipasi dengan
Siap Bangun 16 Pabrik CBG, PTPN IV PalmCo dan PT Renikola Buka Peluang Ribuan Green Jobs
Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo, terus mempertegas posisinya sebagai salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia yang memimpin transisi energi baru terbarukan (EBT). Menyusul inisiasi proyek pertamanya di Simalungun, perusahaan kini bersiap melakukan ekspansi masif dengan membangun 16 unit pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG) baru secara serentak yang akan mengolah limbah cair dari 17 Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Unilever Ganti Gas Alam dengan Bio-CNG dari Limbah Sawit Sebagai Bahan Bakar
Perusahaan global Unilever kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dalam rantai pasok minyak sawit. Melalui anak usahanya, Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Sei Mangkei, Sumatera Utara, Unilever mengubah limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi bersih berupa biomethane. Langkah ini bukan hanya mengurangi
Wow! Limbah Cair Sawit Bisa Gantikan Sekitar 1,1 Miliar Liter Solar
Limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menyimpan potensi besar sebagai sumber energi terbarukan. Alih-alih menjadi masalah lingkungan, limbah dari proses pengolahan tandan buah segar (TBS) sawit ini justru bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Mengutip data yang disajikan IPOSS, potensi
Atasi Tantangan Logistik dan Biaya Distribusi Tinggi, Pabrik Biodiesel Dibangun di Merauke
Pemerintah berkomitmen mempercepat pengembangan energi terbarukan melalui pembangunan pabrik biodiesel di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Proyek strategis ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada 2027, dengan tujuan memperkuat pasokan energi domestik sekaligus mendukung program mandatori biodiesel.
Agustus 2025, HIP Biodiesel Naik Jadi Rp13.527/Liter
Pemerintah menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis Biodiesel untuk bulan Agustus 2025 sebesar Rp13.527 per liter ditambah ongkos angkut. Penyesuaian harga ini berlaku efektif mulai 1 Agustus 2025 dan menjadi bagian dari implementasi Program Mandatori Biodiese
Katalis Buatan Dosen dan Alumni ITB Ubah Limbah Sawit Jadi Bensin Ramah Lingkungan
Inovasi energi terbarukan kembali lahir dari kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Dosen muda Teknik Kimia, Bioenergi, Virdi Chaerusani, tengah mengembangkan katalis sawit yang mampu mengubah limbah sawit menjadi bensin ramah lingkungan. Inovasi ini digadang-gadang menjadi salah satu terobosan penting dalam pengelolaan limbah perkebunan sawit sekaligus penguatan bauran energi hijau nasional.
ITB Gandeng Pertamina, Pindad, BPDP Kembangkan Biofuel Berbasis Minyak Nabati
Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Pertamina (Persero), PT Pindad (Persero), dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk mengembangkan biofuel ramah lingkungan berbasis minyak nabati. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini
Wamen ESDM Pastikan Biodiesel B50 Meluncur Awal 2026
Pemerintah terus memacu hilirisasi kelapa sawit sebagai bagian dari strategi transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Salah satu langkah konkretnya adalah memperluas penggunaan biodiesel, termasuk program B50 (biodiesel dengan campuran 50 persen minyak nabati berbahan baku sawit dan 50 persen solar) yang dipastikan akan meluncur pada 2026. Wakil Menteri (Wamen) ESDM Yuliot Tanjung menegaskan, program biodiesel B50 bukan sekadar untuk memperbesar pemanfaatan sawit di dalam negeri, tetapi juga menjadi upaya strategis mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. “Kami harap untuk implementasi tahun depan, B50 bisa segera dilaksanakan,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Yuliot menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi B40 yang sudah berjalan. Hasilnya