Bengkulu, elaeis.co - Sejumlah anggota masyarakat mengeluhkan kondisi akses jalan sentra perkebunan yang menghubungkan Desa Pering Baru menuju Desa Tebat Sibut Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma, Bengkulu, yang rusak parah.

Kepala Desa Pering Baru, Ausin, mengakui kondisi jalan yang rusak itu sudah terjadi sejak 2007 alias sudah sekitar 14 tahun, namun tak kunjung diperbaiki.

"Belum ada aksi untuk perbaikan jalan, yang merupakan jalan pintasan antaran desa dan PTPN 7 Talo-Pino. Padahal, ada sekitar ratusan petani sawit dan warga desa yang melalui jalan tersebut," ungkapnya.

Dikatakan, kondisi badan jalan berlubang cukup dalam, pada musim kemarau dipenuhi dengan debu. "Jika musim hujan, badan jalan dipenuhi dengan air hujan," terang Ausin kepada elaeis.co, Minggu (30/4) kemarin.

Menurut Ausin, kerusakan jalan  sudah sejak lama hingga saat ini belum ada tersentuh pembangunan Pemerintah Kabupaten Seluma.

"Padahal jalan merupakan jalan lintas antaran desa juga jalan menuju perkebunan warga dalam melakukan aktivias mereka sehari-hari," ujarnya.

Ausin telah berdiskusi agar melakukan pembangunan jalan hot mix, namun jalan tersebut hanya diperuntukkan oleh kendaraan roda dua ataupun mobil muat. Sedangkan kendaraan roda empat yang bermuatan yang hendak melintas jalur tersebut tidak bisa.

"Takutnya mobil yang ada muat bisa terbalik akibat kondisi jalan cukup parah. Apalagi badan juga dipenuhi dengan batu-batu, dan bekas aspal yang sudah rusak," kata dia.

Dirinya berharap dengan adanya program pembangunan Infrastruktur dapat ditindak lanjuti untuk memberi kemudahan kepada masyarakat.

"Dengan kondisi ini seharusnya pihak Dinas PUPR Kabupaten Seluma turun langsung ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi jalan," pungkasnya.