Aceh, elaeis.co - Para petani kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, kini tengah bersiap mengulang sukses mereka satu dasawarsa silam. Dengan optimisme yang kuat, mereka berencana mengembangkan perkebunan sawit secara masif di lahan yang telah dipersiapkan.
Kilas balik membawa ingatan ke tahun 2011–2012, ketika penanaman kelapa sawit di Nagan Raya dilakukan dalam skala luas dan berhasil mendongkrak perekonomian masyarakat. Kala itu, dukungan datang dari berbagai pihak, memberi angin segar bagi petani.
“Sekitar tahun 2011 atau 2012, kami para petani sawit di Nagan Raya. Saat itu banyak pihak mendukung penanaman kebun kelapa sawit yang kami lakukan,” kenang Yuslan Thamrin, Ketua DPD APKASINDO Nagan Raya yang kini juga menjabat Sekretaris DPW APKASINDO Aceh, Senin (8/9).
Menurut Yuslan, hasil dari tanaman sawit yang ditanam lebih dari sepuluh tahun lalu kini benar-benar dirasakan oleh para petani swadaya. Kesejahteraan meningkat, roda ekonomi berputar, dan sawit menjadi sumber penghidupan utama.
Bermodalkan pengalaman itu, petani setempat kini kembali melangkah dengan rencana baru. Untuk tahap awal, mereka menyiapkan lahan seluas 20 hektare yang akan dijadikan perkebunan sawit unggul. Langkah ini dilakukan secara swadaya dan gotong-royong, tanpa bergantung penuh pada pihak luar.
“Semua ini kami lakukan secara swadaya, gotong-royong. Kami sedang mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan rencana kami ini,” ungkap Yuslan.
Meski semangat besar sudah ada, tantangan tetap menanti. Salah satunya adalah ketersediaan bibit berkualitas. Yuslan menjelaskan, pihaknya berencana menjalin komunikasi dengan produsen kecambah sawit yang telah diakui Kementerian Pertanian untuk memastikan bibit yang digunakan benar-benar unggul.
Harapan pun bergulir seiring langkah awal ini. Petani menilai keberhasilan sawit pada masa lalu menjadi bukti nyata bahwa perkebunan ini mampu membawa kesejahteraan.
“Faktor kesejahteraan inilah yang membuat kami ingin kembali melakukan penanaman kelapa sawit secara masif,” kata Yuslan.
Ia menegaskan, rencana tersebut tentu tidak mudah. Butuh persiapan matang, kerja sama erat, dan komitmen kuat dari para petani. Namun, optimisme tetap terjaga.
“Kami berharap niat kami ini bisa terwujud. Sebab, kami paham bahwa rencana kami ini butuh persiapan yang matang, tidak mudah untuk dilakukan begitu saja. Semoga saja niat kami dalam mengembangkan perkebunan sawit secara masif kembali bisa terwujud,” pungkasnya.
Ingin Ulangi Kejayaan 2011, Petani Sawit di Nagan Raya Siapkan 20 Hektar Lahan
Diskusi pembaca untuk berita ini