Jakarta, elaeis.co – Pemantauan kesehatan tanaman kelapa sawit kini tak lagi harus dilakukan dengan mengecek setiap pohon secara manual. 

Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dipadukan dengan citra satelit beresolusi tinggi memungkinkan deteksi dini kekurangan nutrisi tanaman hanya dalam hitungan menit.

Terobosan tersebut dikembangkan melalui kerja sama PT Dabeeo Artificial Intelligence Indonesia dengan IPB University. 

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Executive Vice President Dabeeo Chang Hoon Moon dan Kepala LRI Teknologi Maju IPB University Anas Miftah Fauzi.

Kerja sama ini bertujuan mengembangkan sistem pemantauan kesehatan tanaman kelapa sawit berbasis AI yang mampu mendeteksi gejala kekurangan unsur hara secara lebih cepat dan akurat pada areal perkebunan berskala luas.

Dalam proyek tersebut, Dabeeo akan menyediakan data citra satelit beresolusi tinggi sekaligus mendukung pendanaan akuisisi data yang dibutuhkan selama proses penelitian berlangsung.

Head of Business Development Dabeeo Indonesia Rizky Dantri mengatakan pihaknya siap mendukung kebutuhan penggunaan satelit untuk mempercepat riset.

"Jika penelitian membutuhkan penggunaan satelit, kami siap menyediakannya," ujar Rizky dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7).

Teknologi yang dikembangkan mengombinasikan AI dengan analisis citra satelit sehingga kondisi tanaman dapat dipantau tanpa harus sepenuhnya mengandalkan inspeksi visual di lapangan.

Selain mendeteksi kekurangan nutrisi, sistem ini juga diharapkan mampu mengidentifikasi potensi penyakit tanaman, menganalisis kepadatan pohon, tutupan tajuk (canopy), hingga memantau perubahan kondisi vegetasi melalui fitur change detection.