Tidak hanya membantu mengurangi limbah perkebunan, inovasi ini juga membuka peluang pemanfaatan sawit dalam industri material maju yang selama ini didominasi bahan baku konvensional.
Potensi inovasi ini dinilai sangat besar mengingat Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi minyak sawit mentah (CPO) nasional mencapai puluhan juta ton setiap tahun.
Besarnya produksi tersebut juga menghasilkan limbah biomassa dalam jumlah besar, termasuk tandan kosong kelapa sawit yang selama ini sebagian besar dimanfaatkan sebagai kompos, mulsa, atau bahan bakar boiler di pabrik kelapa sawit.
Melalui penelitian Tim IONEX, limbah tersebut berpotensi memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi karena dapat diolah menjadi material pendukung industri baterai.
Pengembangan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong hilirisasi industri sawit agar tidak hanya bergantung pada ekspor minyak sawit mentah, tetapi juga menghasilkan produk-produk berbasis teknologi tinggi.
Selain meraih Juara 3 Nasional, Tim IONEX juga membawa pulang penghargaan Best Poster Kategori Bioenergi. Penghargaan tersebut diberikan kepada karya ilmiah yang dinilai memiliki kualitas presentasi terbaik, tingkat kebaruan (novelty) yang tinggi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan energi berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.
Ketua tim, Desti Damai Hati Gea, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota tim selama menjalankan penelitian.
"Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Semoga hasil penelitian yang kami lakukan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan teknologi energi di Indonesia serta menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi melalui riset," ujar Desti.
Sementara itu, dosen pembimbing tim, Dr. Ir. Zikri Noer, S.Si., M.Si., mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa komoditas strategis seperti kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk inovatif bernilai tinggi.
Menurutnya, riset semacam ini menjadi contoh nyata bahwa limbah perkebunan tidak harus berakhir sebagai produk bernilai rendah.
Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, limbah sawit justru dapat diubah menjadi material penting bagi industri penyimpanan energi yang terus berkembang di dunia.
Ia berharap keberhasilan Tim IONEX dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan peneliti lain untuk terus mengembangkan inovasi berbasis sumber daya alam Indonesia.
Di sisi lain, hasil penelitian tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hilirisasi industri kelapa sawit nasional, meningkatkan daya saing produk Indonesia, sekaligus mendukung pengembangan energi bersih dan ekonomi sirkular di masa depan.
Mahasiswa USU Sulap Limbah Sawit Jadi Baterai Lithium
Diskusi pembaca untuk berita ini