Namun, yang membikin para sopir maupun pemasok buah pusing, uang sudah dikasih ke orang grading, buah tetap dipulangkan dengan jumlah besar.
Kejadian dugaan pungli di pabrik PT KTU sebetulnya pernah diketahui oleh manejemen. Pihak sortasi di pabrik yang kerap minta 'jatah preman' itu pun dipecat.
Namun, pihak pemasok dan petani sawit menganggap itu hanya bagian dari pencitraan manajemen. Sebab, hal tersebut masih terjadi hingga saat ini.
"Manalah mungkin bisa dibasmi itu. Sebab duit masuk. Bisa saja mengalir ke atas. Siapa yang tahu. Hanya mereka-mereka dan Tuhan yang tahu soal itu," pungkasnya.
Sayangnya Humas PT KTU, Irawan enggan merespon pristiwa yang merugikan petani sawit tersebut hingga berita ini diterbitkan.
Jika Mau Masuk ke Pabrik PT KTU Siak, Siapkan Duit Rp100 Ribu untuk 'Orang Grading', Kalau Enggak Petani Sawit Bisa Pusing
Diskusi pembaca untuk berita ini