Jakarta, elaeis.co - Sekjen DPP APKASINDO Perjuangan A Sulaiman H Andi Loeloe mengutarakan bahwa pembangunan kebun sawit di India tidak akan banyak memberi dampak terhadap pasar CPO di pasar dunia. Malah ia memprediksi kebutuhan CPO dalam negeri malah akan terus meningkat kedepannya.
"India konsumen terbesar CPO, selajutnya baru Eropa. Tapi tidak akan banyak memberi dampak terhadap pasar CPO Indonesia. Selian kebutuhan sendiri Indonesia juga memiliki pangsa pasar baru seperti Tiongkok dan negara lainnya," ujarnya kepada elaeis.co, Rabu (24/8).
Selain konsumen, kebutuhan akan CPO dalam negeri saat ini juga tinggi. Sebab pemerintah memiliki program biodiesel yang terus dikembangkan. Misalnya saja B30 yang sudah beredar di pasaran. Saat ini pemerintah tengah mengembangkan B35, B4O hingga B50.
Malah kata Sulaiman sat ini bahan bakar aftur berbahan dasar CPO pun juga telah diuji coba.
"Jadi untuk kebutuhan ke depan, minyak nabati terbarukan ini kan besar. Mau tidak mau dunia akan bergantung pada bahan bakar yang paling ekonomis yakni CPO. Sebab kalau bahan dasar fosil akan habis lantaran tidak terbarukan. Nah, CPO terbarukan karena bisa diproduksi kembali," bebernya.
Bisa jadi kata Sulaiman, negara penghasil CPO terbesar nantinya akan lebih berkembang dan maju. Karena kebutuhan bahan bakar. "Artinya tidak ada pengaruh India atau negara lain buka lahan sawit. CPO sudah miliki pangsa pasar tersendiri," tandasnya.
India Buka Kebun Sawit, RI Tak Perlu Takut Pasar CPO Suram
Diskusi pembaca untuk berita ini