Muba Akan Punya Tiga PKS Milik Petani Sawit
Tiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik petani kelapa sawit akan berdiri di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan. Ketiganya dibangun oleh koperasi yang memiliki kapasitas tak main-main.
Tiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik petani kelapa sawit akan berdiri di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan. Ketiganya dibangun oleh koperasi yang memiliki kapasitas tak main-main.
Periode ini harga kelapa sawit kemitraan plasma di Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan. Kendati demikian harganya bisa dikatakan stabil dari pekan lalu.
Mendukung Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) Bangka Belitung (Babel) menjadi salah satu perguruan tinggi penyelenggara beasiswa sawit, Apkasindo dan Polman Babel lakukan Penandatangan Memory Off Under Standing (MoU), Rabu (29/7). Kerjasama ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan SDM industri kelapa sawit.
Petani kelapa sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatera Barat (Sumbar) mendung langkah Pemerintah Provinsi Sumbar yang mengusulkan pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong peningkatan kapasitas dan pengelolaan koperasi kelapa sawit. Hal ini dibuktikan melalui gelaran pelatihan yang diikuti oleh sejumlah pengurus koperasi kelapa sawit di Kaltara.
Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera kini tengah sibuk mempersiapkan gelaran pembukaan Pabrik Kelapa Sawitnya yang bernama Putra Utama Sawit Sungai Angit (Pussa). Rencananya PKS tersebut akan resmi dibuka pada 11 Agustus 2026 mendatang.
Senada dengan harga sawit mitra plasma, harga sawit mitra swadaya di Riau juga mengalami kenaikan pekan ini. Minggu ini harga dibeli Rp3.913,28/Kg.
Harga kelapa sawit mitra plasma di Provinsi Riau Minggu ini mengalami kenaikan kembali. Harganya dipatok Rp3.985,26/Kg.
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kalimantan Barat (Kalbar) mangaku mendukung visi Pemerintah Provinsi Kalbar yang berkomitmen mempercepat hilirisasi industri kelapa sawit. Mulai dari pembangunan pabrik minyak goreng hingga pengembangan produk turunan seperti margarin.
Perkumpulan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI) menanggapi pernyataan CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang mengklaim bahwa sejak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) beroperasi pada 1 Juni 2026, gap antara harga ekspor yang dideklarasikan eksportir dan harga acuan pasar internasional yang sebelumnya disebut mencapai 30-45%, khususnya pada produk turunan sawit seperti RBD Olein kini disebut “sudah sangat berdekatan”.