MANGGAR, elaeis.co - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menegaskan adanya pengaruh yang sangat besar dari perkebunan kelapa sawit milik rakyat terhadap peningkatan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) nasional, termasuk dalam beberapa tahun terakhir.
Fakta tersebut diungkapkan oleh Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS, Kabul Wijayanto, di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka dan Belitung (Babel).
Kabul hadir di acara itu, seperti dikutip elaeis.co dari laman RRI, Kamis (29/8/2024), sebagai salah satu narasumber di acara Presstour Kementerian Keuangan dengan tema "Kontribusi Sawit untuk APBN dan Perekonomian", Rabu (28/8/2024).
Hadi juga para pembicara lainnya di acara itu seperti Bupati Beltim, Burhanuddin, dan
Analis Kebijakan Madya Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN) Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Nursidik Istiawan.
Dalam acara itu Kabul Wijayanto menjelaskan, kenaikan produksi CPO dari perkebunan sawit rakyat mencapai 15 juta metrik ton (MT) pada 2019.
Kemudian, kata dia, jumlah itu meningkat menjadi 16 juta MT pada 2023 dengan luas lahan 6,3 hektar.
"Perkebunan kelapa sawit milik rakyat melibatkan 2,4 juta petani swadaya dan 16 juta tenaga kerja," ujarnya.
Jumlah itu, ungkapnya, merupakan bagian dari dari produksi CPO nasional sebanyak 43 juta MT pada 2019, yang kemudian naik menjadi 48 juta MT pada 2023.
BPDPKS Tegaskan Besarnya Sumbangsih Sawit Rakyat pada Peningkatan Produksi CPO
Diskusi pembaca untuk berita ini