https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Teknologi Hasil Grant Riset Sawit Dikenalkan ke Petani Sumut

Teknologi Hasil Grant Riset Sawit Dikenalkan ke Petani Sumut

AII kenalkan hasil riset sawit kepada petani di Sumut. foto: ist.


Jakarta, elaeis.co – Asosiasi Inventor Indonesia (AII) mulai menggiatkan promosi Sawit Baik lewat pendekatan teknologi kepada petani dan pelaku UMKM sawit.

Dalam acara bertajuk “Promosi Sawit Baik Melalui Diseminasi Teknologi Hasil GRS yang Aplikatif untuk Meningkatkan Produktivitas Petani dan UMKM Kelapa Sawit” yang digelar di Wings Hotel, Deli Serdang, Sumatera Utara (sumut), AII memperkenalkan ratusan inovasi teknologi hasil riset sawit.

Kegiatan ini menjadi upaya strategis AII dalam menjembatani pemanfaatan teknologi kepada petani sawit, terutama teknologi hasil program Grand Riset Sawit (GRS) yang telah dibiayai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

“Ada lebih dari 300 teknologi yang telah dibiayai BPDP, termasuk dari GRS. Kami harap ini bisa benar-benar digunakan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka,” ujar Mohamad Alfansyah, Direktur Penyaluran Dana Hilir BPDP, dalam rilis yang diterima oleh elaeis.co, Selasa (1/6).

Menurutnya, AII diharapkan tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga mampu mendorong hilirisasi dan komersialisasi hasil riset agar tidak berhenti di rak perpustakaan. Ia menyebut AII telah cukup aktif menjangkau kelompok petani, termasuk yang tergabung dalam Apkasindo Perjuangan Sumut.

“Indonesia adalah produsen sawit terbesar di dunia. Tapi untuk menjawab tantangan global, kita tidak cukup hanya produksi, kita harus berinovasi,” tegasnya.

Kegiatan promosi ini diikuti puluhan petani sawit dari Kabupaten Deli Serdang, Simalungun, dan Serdang Bedagai. Ketua Umum AII, Prof (R) Ir Didiek Hadjar Goenadi MSc PhD IPU INV, menyatakan kegiatan ini menjadi momentum penting agar petani mengenal langsung teknologi yang bisa diaplikasikan di lapangan.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah long range detection berbasis machine vision untuk memperkirakan umur tandan buah segar (TBS), disampaikan oleh Dr. Eng Muammad Makky dari Universitas Andalas.

Selain itu, dua peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Firda Dimawarnita ST MT dan Donny Nugroho Kalbuari MSi, juga memaparkan penerapan teknologi pengolahan tandan kosong (tankos) sawit menjadi media tanam jamur tiram. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif sumber pendapatan bagi petani di luar hasil panen TBS.

“AII ingin agar para petani bisa melihat bahwa kebun sawit bukan hanya menghasilkan buah, tapi juga potensi ekonomi lain seperti budidaya jamur tiram,” jelas Didiek.

Tidak hanya itu, petani juga diberikan pengetahuan soal aplikasi teknologi BioSilAc untuk memperkuat ketahanan tanaman sawit terhadap tekanan kekeringan. Inovasi-inovasi ini diharapkan membantu petani beradaptasi dengan perubahan iklim dan menjaga stabilitas produksi.

Melalui program promosi Sawit Baik ini, AII ingin menempatkan teknologi sebagai bagian dari keseharian petani. Bukan sekadar alat bantu, tapi sebagai solusi untuk naik kelas dari petani tradisional menuju petani modern yang adaptif dan produktif.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :