Selain itu, ada juga varietas unggul kelapa sawit turunan Yangambi yaitu DxP Yangambi, DxP PPKS 239, dan P PPKS 718. Keunggulan varietas ini adalah bobot tandan relatif besar, kandungan rendemen minyak dan mesokarp jauh lebih tinggi dari varietas kelompok lainnya.

Selain itu, khusus varietas DxP PPKS 239, selain memiliki tandan yang besar juga memiliki potensi produksi CPO dan PKO yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya dari kelompok Yangambi.

"Varietas ini cocok dikembangkan untuk industri pangan maupun non pangan," tutur Rosmala.

Terakhir, lanjut Rosmala, varietas Unggul Kelapa Sawit DxP Langkat. Ini adalah varietas pertama yang dirakit PPKS dari hasil rekombinasi tetua-tetua terbaik beberapa populasi psifera.

Tetua psifera hasil rekombinasi antara psifera SP540, Yangambi, dan Marihat yang disilangkan dengan Dura Deli terbaik menghasilkan varietas dengan karakter unggul rachis yang relatif pendek (compact palm) dan potensi CPO hingga 8,3 ton/ha/tahun.

Selain cocok ditanam di areal bergelombang dan berbukit, varietas ini juga dapat mulai berbuah pada umur 22 bulan setelah tanam.

"Varietas ini termasuk Banyak ditanam di Bengkulu, tetapi rata-rata banyak ditanam oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit," tutupnya.