Pasirpangaraian, Elaeis.co - Sekretaris DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Parlin Siregar mengatakan, saat ini para petani menginginkan bantuan pengadaan bibit unggul dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
"Kalau sekarang APKASINDO sudah kerja sama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan untuk pengadaan bibit. Tapi dari BPDPKS kan belum. Saat ini programnya baru seperti sarana dan prasarana, PSR (peremajaan sawit rakyat), dan beasiswa. Kalau khusus bantuan ke bibit belum ada," kata Parlin kepada Elaeis.co.
Menurutnya, saat ini perkebunan sawit milik petani swadaya masih didominasi bibit asalan. Ini lantaran saat melakukan penanaman dulu, para petani belum mengetahui pentingnya kualitas bibit untuk mendapatkan hasil produktivitas yang tinggi.
"Makanya tak heran jika rendemen sawit petani swadaya rendah," katanya.
Dia sangat bersyukur PPKS Medan dan Dinas Perkebunan Riau telah mengambil sampel buah petani swadaya untuk diuji rendemennya. "Kalau persentasenya ternyata rendah, ini harus menjadi perhatian pemerintah," tukasnya.
Dia juga meminta BPDPKS menjadikan hasil uji rendemen nantinya sebagai dasar untuk menggulirkan program bantuan bibit bagi petani.
"Kalau sudah tahu kadar rendemen sawit petani swadaya seperti apa, harapannya nanti BPDPKS bisa membuat suatu kebijakan dengan dana yang dimiliki," ujarnya.
"Masyarakat kan banyak memakai bibit curah. Nah, bantulah masyarakat ini, mungkin dengan pengadaan bibit unggul dengan harga terjangkau melalui kelembagaan-kelembagaan petani," tambahnya.
Petani Berharap BPDPKS Gulirkan Bantuan Bibit Unggul
Diskusi pembaca untuk berita ini