PAPSI Minta APH Tak Diam

Perkumpulan Pemantau Anggaran Publik Kabupaten Siak (PAPSI) mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk bertindak terkait dugaan kejanggalan kerja sama antara Yayasan Islamic Center Siak, Koperasi Sentra Madani dengan PT KTU. 

"Kapan kerja samanya pun masyarakat tidak tahu. Ini tiba-tiba berakhir pula kerja samanya. Membingungkan," kata Ketua Umum PAPSI, Bistari Zainudin Harahap Jumat (7/8). 

Pria yang akrab disapa Ucok ini juga mengaku heran Yayasan Islamic Center Siak punya koperasi yang bergerak di sektor kelapa sawit. 

"Sudah puluhan tahun saya tinggal di Siak, baru tahu saya Yayasan Islamic Center Siak punya lahan sawit ratusan hektar, dan punya koperasi kerja sama dengan PT KTU," kata Ucok.

Menurut Ucok, mestinya pihak yayasan tidak tertutup soal kepemilikan lahan dan kerja sama tersebut. 

"Ini kan terkesan ditutup-tutupi. Nah, tiba-tiba tak ada kerja sama lagi. Kan bingung. Kapan kerja samanya pun kita tak tahu. Untuk itu kita mendesak agar aparat bertindak. Sebab, kerja sama 'kucing-kucingan' ini sepertinya sudah lama. Jadi, kita meminta agar aparat tidak diam," pungkasnya.