Rengat, elaeis.co - Petani kelapa sawit swadaya di Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, bingung karena harga tandan buah segar (TBS) sawit pekan ini mengalami penurunan. Padahal harga resmi yang diumumkan Disbun Riau pekan ini justru naik.
Hatta Munir, petani sawit swadaya, mengaku kesal melihat praktik dagang semena-mena yang dilakukan pabrik kelapa sawit (PKS). Saat ini PKS dengan seenaknya mematok harga TBS petani tanpa merujuk pada aturan pemerintah.
Lelaki 72 tahun itu paham bahwa harga yang diumumkan Disbun Riau sepekan sekali bukan untuk petani mandiri melainkan berlaku bagi petani bermitra.
"Tapi setidaknya selisih harga antara petani bermitra dengan swadaya tidak terlalu jauh," katanya kepada elaeis.co, Sabtu (18/6).
Jumat (17/6) Munir mengaku menjual TBS ke pabrik lewat DO KBN 01 PT SIR dan hanya dihargai Rp 1.650/kg.
"Sistem bisnis seperti ini sudah terlampau kurang ajar, sebab harga TBS petani dihargai seenaknya saja. Kepatuhan perusahaan atas penetapan harga yang dibuat pemerintah tidak ada," tandasnya.
"Saya berharap pemerintah menindak pelaku usaha yang melanggar aturan main jual beli TBS, jika perlu kasih sanksi akibat harga tidak wajar yang dialami pekebun. Kalau cara-cara ini dibiarkan, pekebun beranggapan negatif pada pemerintah. Buat apa dibuat penetapan harga seminggu sekali," tambahnya.
Kata Petani, Sistem Bisnis TBS Sudah Menjurus ke Kurang Ajar
Diskusi pembaca untuk berita ini