Berita / Sumatera /

Jelang Lebaran, Petani Diminta Bijak dalam Pemanenan Kelapa Sawit

Jelang Lebaran, Petani Diminta Bijak dalam Pemanenan Kelapa Sawit

Petani memanen TBS kelapa sawit. Foto: Doc Elaeis.


Bengkulu, Elaeis.co - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah, para petani di Bengkulu diminta untuk tidak memaksakan diri dalam memanen kelapa sawit. Langkah ini diambil karena melakukan pemanenan lebih dini dan tidak teratur dapat menyebabkan stres pada tanaman, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan produksi buah kelapa sawit.

Menurut Pengamat Pertanian Bengkulu, Profesor Dr. Zainal Muktamar SP MSi, tanaman kelapa sawit rentan mengalami stres jika tidak diperlakukan dengan hati-hati. Sehingga bisa mengakibatkan bunga yang menjadi calon buah tidak tumbuh.
"Tanaman kelapa sawit bisa mengalami stres. Akibatnya sulit menumbuhkan bunga yang berakibat membuat produksi buah kelapa sawit menjadi sedikit," kata Zainal, Senin 1 April 2024.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Alokasi Pupuk Subsidi, Petani Kelapa Sawit Terpinggirkan

Zainal menegaskan, penting bagi petani untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pemanenan dan kesehatan tanaman sawit. Jangan karena mendekati Lebaran Idul Fitri, petani memaksa melakukan pemanenan demi mendapatkan uang. Padahal pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit harus teratur dan tidak boleh dilakukan sembarangan.
"Petani perlu memahami bahwa kesehatan tanaman adalah kunci utama dalam mendapatkan hasil panen yang optimal, kalau salah memanen atau memaksa melakukan pemanenan bisa membuat produktivitas tanaman sawit menurun," tambahnya.

Baca Juga: Ternyata Ini Rahasia Tanaman Sawit Bisa Berbuah Lebat dan Anti Trek

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Bickman Panggarbesy mengaku, pemanenan yang tidak sesuai jadwal dapat mengganggu siklus pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Hal ini dapat berdampak negatif pada produksi buah yang dihasilkan. Oleh sebab itu, pihaknya berpesan kepada seluruh petani untuk tidak tergesa-gesa dalam melakukan pemanenan kelapa sawit. 
"Kami mengimbau para petani agar lebih bijak dalam menentukan waktu pemanenan demi menjaga kesehatan tanaman dan kualitas produksi," ujar Bickman.

Baca Juga: Petani Sawit di Bengkulu Selatan Wajib Kandangkan Ternak Jelang Lebaran Idul Fitri, Ini Penyebabnya!

Dalam situasi seperti ini, menurut Bickman, pendekatan yang bijak adalah dengan memperhatikan kondisi tanaman secara menyeluruh sebelum memutuskan waktu pemanenan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tanaman dalam kondisi optimal dan siap untuk dipanen.
"Jangan lantaran mau lebaran langsung panen saja semua buahnya, padahal ada buah sawit yang belum matang," tuturnya.

Baca Juga: Padatnya Antrean Kendaraan Angkutan TBS Kelapa Sawit Jelang Lebaran Idul Fitri

Ia berharap, para petani juga bisa selalu berkonsultasi dengan ahli pertanian atau pengamat lokal guna mendapatkan saran yang lebih spesifik mengenai waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan. Langkah ini diharapkan dapat membantu para petani dalam mengoptimalkan hasil panen mereka.
"Kesadaran dan kehati-hatian petani dalam melakukan pemanenan kelapa sawit dapat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan tanaman dan meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen," pungkasnya.


 

Komentar Via Facebook :