Bengkulu, elaeis.co - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, selama periode 1 Oktober hingga 31 Oktober 2023 di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) tercatat stabil. Di mana harga rata-rata TBS sawit berada di level Rp 2.000 per kilogram (kg).
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Bengkulu Utara, Desman Siboro SH, menjelaskan, harga TBS kelapa sawit di daerah itu sejauh ini belum mengalami kenaikan. "Ya, untuk harga TBS kelapa sawit masih stabil. Setelah dilakukan penetapan di tingkat provinsi pada akhir bulan September lalu, harga TBS di PKS rata-rata telah mencapai Rp 2.000 per kg," katanya, Minggu (8/10).
Ia menyatakan bahwa penetapan harga TBS saat ini berubah dari biasanya. Tidak ada lagi Harga Eceran Tertinggi maupun Harga Eceran Terendah yang diterapkan. "Sekarang harga TBS ditetapkan berdasarkan usia tanaman kelapa sawit. Dulu tidak begitu," ujarnya.
Untuk rincian harga, kelapa sawit berusia 3 tahun ditetapkan dengan harga Rp 1.925 per kg, sedangkan kelapa sawit berusia 25 tahun dihargai Rp 2.106 per kg. Sementara itu, kelapa sawit usia 10 hingga 20 tahun dihargai Rp 2.276 per kg.
"Untuk hari ini harga terendah mencapai Rp 1.960 per kg, harga tertinggi tetap stabil di Rp 2.000 per kg," tuturnya.
Pemerintah daerah mendorong seluruh PKS di wilayah ini untuk mengikuti penetapan harga TBS tingkat provinsi. Walaupun kenaikan harga belum signifikan, pihak berwenang berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga guna mendukung sektor perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah ini.
"Kami berharap penetapan harga TBS kelapa sawit ini akan memberikan dampak positif bagi para petani kelapa sawit di wilayah Bengkulu Utara," pungkasnya.
Harga TBS Sawit di Bengkulu Utara Stabil di Level Rp 2.000Kg
Diskusi pembaca untuk berita ini