Jakarta, elaeis.co – Tren harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk periode 2027–2028 mulai menjadi sorotan pelaku industri.
PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom, anak usaha PTPN III Holding, memaparkan proyeksi bahwa dinamika harga sawit ke depan masih akan sangat fluktuatif namun berpotensi tetap berada pada level tinggi seiring kuatnya faktor permintaan global dan kebijakan energi nabati.
Dalam forum TPOMI 2026, KPBN Inacom melalui pemateri Ardita Sukma Pradana mengangkat tema “Membaca Arah Harga Sawit 2027–2028: Tren, Peluang dan Tantangan”.
Materi ini menekankan pentingnya proyeksi harga CPO sebagai acuan perencanaan (budgeting) pabrik kelapa sawit (PKS) dan pelaku industri hulu-hilir.
KPBN Inacom sendiri dikenal sebagai salah satu kanal pemasaran CPO milik PTPN Group yang melakukan penjualan melalui mekanisme tender online tanpa tatap muka, yang dibuka setiap hari pada pukul 12.30 hingga 15.00 WIB.
Selain CPO, KPBN juga memasarkan produk lain seperti PKO, PKM, teh, karet, hingga gula.
Dalam paparannya, KPBN menjelaskan bahwa harga CPO dalam sistem tender sangat dipengaruhi kondisi pasar global. Fluktuasi terjadi secara real time mengikuti keseimbangan supply dan demand, tanpa intervensi penetapan harga secara langsung.
Pada salah satu tender terbaru, tercatat kondisi “withdraw” terjadi ketika tidak ada kesepakatan antara harga penawaran pembeli dan harga yang ditetapkan penjual.
Untuk kontrak CPO franco Dumai, harga pembukaan berada di level Rp15.600 per kilogram, sementara penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.358 per kilogram.
Sementara untuk FOB Talang Duku, harga pembukaan Rp15.400 per kilogram dengan penawaran tertinggi Rp15.111 per kilogram.
Harga Sawit 20272028 Diprediksi Meledak, KPBN Inacom Buka Peta Panas Pasar CPO
Diskusi pembaca untuk berita ini