Pekanbaru, elaeis.co - Sebanyak 50 pembatik dari berbagai daerah di Provinsi Riau mengikuti pelatihan membatik dengan inovasi baru penggunaan malam atau lilin dari olahan minyak kelapa sawit.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Elaeis Media Group (EMG) ini digelar selama dua hari di Gedung Dekranasda Pekanbaru.
Acara ini bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau.
CEO Elaeis Media Grup, Abdul Aziz mengatakan, pelatihan ini menggunakan bahan lilin atau malam batik sawit yang merupakan turunan dari minyak mentah sawit yang disebut 'stearin'.
Biasanya, kata Aziz, untuk membatik menggunakan parafin namun untuk pelatihan ini dikombinasikan dengan malam batik sawit.
"Setelah diuji coba pakai malam sawit kalau ditekuk tidak patah motifnya, pewarnaan juga lebih cerah. Selain itu juga tidak bikin sesak karena tak ada asap. Ini potensial untuk dikembangkan karena kebun sawit di Riau sangat luas," kata Aziz, Rabu (22/4).
Perwakilan BPDP, Helmi Muhansyah mengatakan, pihaknya ingin pelaku UMKM khsusus pengrajin batik sawit di Riau berkembang.
Apalagi, Riau merupakan daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh pengrajin.
"Jadi, pelatihan batik sawit ini sebagai langkah awal bangkitnya UMKM di Riau. Mudah-mudahan, motif batik yang dikombinasikan bahannya dari sawit bisa dikembangkan. Apalagi sejatinya turunan produk kelapa sawit tidak hanya minyak goreng namun juga bisa untuk pakaian," kata Helmi saat membuka kegiatan ini lewat virtual.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi mengatakan, 3,5 juta dari 7 juta penduduk Riau saat ini bergantung pada sawit.
Bahkan produk domestik regional bruto Provinsi Riau yang di dalamnya ada industri pengolahan diperkirakan 50 persen dari sawit.
"Jadi, pelatihan ini merupakan langkah besar, untuk membuat ekonomi UMKM bisa lebih maksimal karena sumber daya sawit besar di Riau," ujarnya.
Elaeis Media Group Gelar Workshop Batik Sawit, Pengrajin di Riau Naik Kelas
Diskusi pembaca untuk berita ini