Rengat, elaeis.co - Sekitar lima hektare lahan pertanian warga Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (inhu), Riau, dirusak gajah liar. Keberadaan hewan herbivora ini sudah ada sebulan belakangan ini, namun belum bisa dievakuasi oleh instansi terkait.
Dua ekor satwa dilindungi tersebut hingga saat ini masih berkeliaran dan imbasnya aktivitas masyarakat Sungai Raya jadi terganggu.
"Mungkin karena hewan itu lapar, terus mencari makanan. Tanaman yang dirusak umumnya pohon pisang," kata Fajar, warga setempat kepada elaeis.co, Sabtu (19/3/22).
Menurutnya, lima hektar yang dirusak gajah itu adalah kebun kelapa sawit yang ditumpang sari dengan tanaman holtikultura.
"Warga di sini benar-benar takut dengan kehadiran gajah liar tersebut. Kami berharap segera ditangani," ucapnya.
Terpisah, Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA Riau, Andri Hansen Siregar, membenarkan bahwasanya dua ekor gajah liar belum bisa devakuasi dari Desa Sungai Raya. Upaya penggiringan terus dilakukan, namun tim di lapangan mengalami kesulitan disebabkan lokasi merupakan lahan gambut.
"Kemungkinan gajah tersebut terjebak dalam semak belukar beralaskan gambut sehingga agak susah berjalan, posisinya tidak jauh dari areal perkebunan warga yang rusak," terangnya.
Dia menambahkan dua ekor gajah tersebut berjenis kelamin jantan. "Usia salah satunya sudah masuk dewasa dan satu lagi baru beranjak remaja. Sampai saat ini keduanya dalam kondisi sehat," tutupnya.
Dua Ekor Gajah Liar Rusak 5 Hektare Kebun Warga
Diskusi pembaca untuk berita ini