Jakarta, elaeis.co - Andi Nur Alamsyah, Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun), Kementerian Pertanian (Kementan), mengatakan sub-sektor perkebunan sebagai penyumbang terbesar untuk komoditas pertanian. 

"Nilai ekspor perkebunan naik dibandingkan dari tahun sebelumnya," kata Andi saat memberi sambutan dalam kegiatan koordinasi pengembangan tanaman perkebunan di Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/3) kemarin.

Dikatakan Andi, sebagaimana keterangan resmi Ditjenbun dikutip elaeis.co, Senin (20/3), ekspor perkebunan tertinggi terjadi di bulan Agustus tahun 2022, yaitu sebesar Rp74,46 triliun.

Capaian positif tersebut, menurut Andi, menunjukkan bahwa peluang ekspor komoditas perkebunan sebagai salah satu sumber devisa negara masih terus meningkat meskipun di tengah wabah Covid 19 yang tengah melanda dunia.

Andi Nur menambahkan, di era digitalisasi dan mengikuti perkembangan yang ada, perkebunan era baru ini diarahkan sebagai Perkebunan Bioindustri.

"Perkebunan cara ini dikembangkan dengan teknologi modern yang dicirikan dengan penggunaan varietas unggul, efisien, efektif, integrative, zero waste, eco friendly, GAP, GHP, Kompetitif, Mekanisme, dan Pemanfaatan IoT (Internet of Things)," ungkapnya.