Selain menggunakan drone, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Avenza Maps sebagai salah satu perangkat yang dapat membantu proses pemetaan dan navigasi di lapangan.
Melalui aplikasi tersebut, peserta belajar mengenali posisi dan lokasi secara lebih mudah serta memahami pemanfaatan data spasial dalam kegiatan survei.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan proses pengolahan data hingga menghasilkan peta berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan peserta sendiri.
Peta yang dihasilkan selama praktik menjadi salah satu output nyata dari proses pembelajaran dan dapat dibawa pulang sebagai referensi awal untuk mengenali lokasi, batas, serta wilayah kebun yang mereka kelola.
Panitia lokal dari Kabupaten Seluma, Ibran, mengatakan ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti ketika peserta meninggalkan ruang pelatihan.
“Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu selama mengikuti pelatihan, tetapi setelah pulang mereka juga sudah bisa mencoba melakukan mapping sendiri di kebunnya. Jadi apa yang dipelajari di sini bisa benar-benar dipraktikkan,” ujar Ibran.
Menurutnya, kemampuan membuat peta sendiri akan membantu pekebun mengenali kondisi kebunnya secara lebih jelas, terutama terkait lokasi, batas lahan, dan luas kebun.
“Selama ini mungkin kita mengetahui kebun berdasarkan batas atau patokan yang sudah biasa kita lihat. Dengan adanya pemetaan, kita bisa punya data yang lebih jelas dan terdokumentasi. Ini tentu akan membantu ketika kita membutuhkan data kebun untuk keperluan tertentu,” katanya.
Sementara itu, Panitia Lokal Bengkulu Utara, Asa Uli Rejeki, menilai kemampuan pemetaan menjadi bekal penting bagi pekebun, terutama ketika mereka membutuhkan data kebun untuk mendukung berbagai program perkebunan.
“Pemetaan ini menurut kami sangat penting karena data kebun akan banyak dibutuhkan ke depannya. Misalnya ketika pekebun ingin mengurus atau mengajukan program seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), tentu informasi mengenai lokasi, luas, dan batas kebun perlu disiapkan dengan baik,” ujar Asa.
BPDP, Ditjenbun, dan DGL Ajak 55 Petani di Bengkulu Belajar Mapping Kebun hingga Buat Peta Sendiri
Diskusi pembaca untuk berita ini