Yang kita tahu, planet biru kita adalah tempat berdiam yang paling menghidupkan. Tiupan angin menyejukkan dari atmosfer yang tebal dan ultraviolet yang ramah. Bila bumi menghadap matahari dan semua planet dalam posisi sejajar, maka di depan kita ada Venus. Ia adalah saudara perempuan bumi yang berwarna putih susu. Venus begitu mempesona dengan caranya sendiri.

Kata Carl Sagan dalam Cosmos, banyak pahlawan dalam mitos Yunani dan Skandinavia melakukan upaya – upaya mengagumkan untuk mengunjungi neraka. Neraka itu adalah Venus. Dengan suhu mematikan, badai, radiasi dan gas berbahaya, inframerah dan sinar matahari yang terperangkap, adalah sedikit kisah tentang Venus.

Di belakang kita ada Mars. Sebagian orang mulai terkecoh, mendamba Mars sebagai tempat tinggal yang sejuk. Manusia dan ilmuan sudah pernah memiliki fantasi berapi-api tentang makhluk Mars yang akan menerima kita sebagai penghuni baru. Mars menjadi gambaran surga.

Tapi Mars adalah planet merah dengan lapisan ozon yang tipis. Menyimpan badai debu yang hebat. Tidak ada air cair kecuali selaput sangat tipis yang membasahi tiap butiran pasir. Bila manusia mengirimkan mikroba ke planet ini, dalam hitungan menit mereka akan mati megap – megap karena kekurangan oksigen. Mikroba adalah penghirup oksigen paling sedikit.