Pekanbaru, elaeis.co - Sejumlah pengusaha dari Taiwan dan Amerika Serikat (AS) akan mengambil batang dan pelepah dari kelapa sawit yang telah ditumbangkan petani. Mereka bahkan sudah meninjau langsung bagaimana kondisi batang sawit itu di lokasi kebun yang tengah direplanting. 

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Dr Gulat Medali Emas Manurung mengatakan, ini merupakan peluang yang bagus bagi petani sawit. 

Menurutnya, hal ini akan membantu petani sawit yang tengah melakukan replanting, terutama petani yang mendapat dana replanting dari Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 

"Ini tentu akan membantu meringankan biaya replanting. Karena dengan demikian kan biaya untuk menumbangkan pokok sawit akan terpangkas. Istilahnya, mereka akan membayar untuk menumbang, jadi tidak lagi pakai duit PSR untuk menumbang," kata Gulat kepada elaeia.co, Sabtu (25/2). 

Kata Gulat, hal ini tentu akan meringankan petani dalam melakukan PSR pada kebun sawit mereka.

Apalagi, selama ini memang dana dari BPDPKS untuk program PSR sebesar Rp 30 juta itu tidak cukup untuk melakukan replanting hingga tanaman menghasilkan. Bahkan rata-rata hanya cukup sampai penanaman bibit baru. 

Sementara untuk menutupi kekurangannya, petani harus meminjam uang lagi di bank agar proses replanting bisa berjalan hingga tanaman menghasilkan lagi. 

Gulat mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas kerjasama tersebut dengan para pengusaha dari Taiwan dan AS itu. Dia berharap kerjasama itu akan sukses dan bisa membantu para petani sawit.