Berita / Bisnis /
Hari Guru, PTPN IV Baktikan Dedikasi untuk Guru di Penjuru Indonesia
Hari Guru, PTPN IV Baktikan Dedikasi untuk Guru di Penjuru Indonesia, Foto : Ist
Jambi, elaeis.co - Di tengah bentangan perkebunan sawit yang memanjang dari Sumatera hingga Kalimantan, ruang-ruang kelas sederhana berdiri menjadi tumpuan harapan. Di sanalah ribuan anak pekebun menapaki awal pendidikan mereka, ditemani para guru yang memilih pengabdian sebagai jalan hidup.
Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momen refleksi bagi PTPN IV PalmCo entitas strategis PTPN Group untuk menegaskan kembali peran penting para pendidik yang bekerja jauh dari hiruk pikuk kota, namun dekat dengan denyut kehidupan masyarakat kebun.
PalmCo mengelola jaringan pendidikan dari jenjang PAUD dan TK hingga sekolah dasar dan menengah yang berada di sekitar areal kebun. Saat ini, lebih dari 154 unit PAUD/TK dan pendidikan usia dini berada di bawah naungannya, dengan lebih dari 7.000 anak belajar setiap hari. Fasilitas pendidikan ini tumbuh bersama dinamika masyarakat kebun, menjadi ruang pertama anak-anak mengenal dunia yang lebih luas.
Bagi para guru, sekolah di lingkungan kebun bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang bertemunya harapan, ketekunan, dan kesabaran.
Halimah, guru TK Teratai di Kebun Dolok Sinumbah, Simalungun, telah mengabdi sejak 1996. Selama hampir tiga dekade, ia mengikuti tumbuh kembang generasi demi generasi anak kebun.
“Mengajar di sini penuh warna. Anak-anak punya rasa ingin tahu yang tinggi dan sangat dekat dengan alam. Kami tidak hanya mengajarkan membaca dan berhitung, tetapi juga membentuk kemandirian dan kepercayaan diri mereka,” tuturnya.
Perjalanan serupa ditempuh Mangisi Gultom, guru agama di salah satu sekolah di Tayan Hilir, Kalimantan Barat. Sejak 2016, ia menempuh perjalanan panjang setiap hari menuju sekolah yang berada di area Kebun Gunung Emas, Regional V.
“Anak-anak kebun tumbuh dalam lingkungan yang sederhana, tapi mereka punya semangat luar biasa. Kami ingin sekolah menjadi ruang yang memberi harapan,” ucapnya.
Di Simalungun, Hilda Putri Amalia, guru muda di TK Dewi Sri, membawa pendekatan baru ke ruang kelas. Dengan jumlah murid yang tidak terlalu besar, ia dapat memberi perhatian lebih personal, sesuatu yang menurutnya menjadi keistimewaan sekolah kebun.
“Lingkungannya tenang, warganya rukun, dan anak-anak sangat hormat. Suasana ini membuat proses belajar terasa akrab dan hangat,” ujarnya.
Kisah-kisah ini mencerminkan peran penting sekolah kebun dalam kehidupan masyarakat. Bagi banyak keluarga, sekolah adalah tempat pertama anak-anak belajar bermimpi, bermain, dan menemukan jati diri.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, memberikan apresiasi kepada para guru yang mengajar di wilayah perkebunan wilayah yang kerap jauh dari pusat layanan pendidikan.
“Dedikasi para guru menjadi bagian penting dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia di wilayah yang jauh dari pusat kota,” katanya, Sabtu (29/11/2025). Ia menegaskan bahwa akses pendidikan di daerah kebun merupakan perhatian berkelanjutan bagi perusahaan.
Dalam pesannya, ia menutup dengan penghormatan sederhana namun bermakna.
“Terima kasih kepada para pendidik yang terus menjaga api belajar anak-anak Indonesia. Pengabdian Anda menjadi penuntun bagi masa depan yang lebih baik.”
Di banyak sudut perkebunan, aktivitas belajar terus mengalir disahut tawa murid, kesabaran guru, dan ritme kehidupan masyarakat kebun. Hari Guru menjadi pengingat bahwa harapan bagi masa depan bangsa kerap lahir dari ruang sederhana yang berdiri di tengah hamparan tanaman sawit.
Dan di balik setiap ruang kelas itu, ada para guru yang memilih tetap tinggal, tetap mengajar, dan tetap percaya bahwa setiap anak, betapapun jauhnya ia dari kota, berhak mendapat cahaya pendidikan yang sama terang.







Komentar Via Facebook :