# BK
-
Kawanan Gajah Hancurkan Kebun Sawit Warga di Pedalaman
Kami berharap BKSDA segera mengatasi gangguan gajah liar yang terjadi selama ini di Aceh Barat, -
Remaja di Siak Diterkam Harimau, BBKSDA Riau Kirim Tim ke Lokasi
Remaja di Siak Diterkam Harimau, BBKSDA Riau Kirim Tim ke -
Antara Minyak Goreng Curah, Kemeperin dan 72 Perusahaan
Tak hanya produsen saja, kebijakan penyediaan berbasis industri juga mewajibkan seluruh distributor -
Sawit Habis Disikat, Petugas Lapangan Malah Berdebat
Serangan kawanan gajah liar menyebabkan ratusan hektar kebun sawit milik petani anggota Koperasi -
Kabar Buruk Pemirsa! Harga Sawit Diprediksi Terjun Bebas
Kondisini kata Sekretaris DPW Apkasindo Sumsel, M Yunus bakal terus terjadi. Hal ini disebabkan -
BK Ekspor CPO Riau Melonjak 3.328 Persen
Ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi sumber penerimaan terbesar Bea Cukai -
Positif Covid-19, Kadis Kominfotik Riau Meninggal Dunia
Dia juga menderita kormobid yang menyebabkan sakitnya menjadi parah. Tak lama setelah dirawat, Erna -
Serangan Hama Ulat Api dan Kantong Membuat Sawit Gagal
Serangan hama ulat kantong menyebabkan pucuk daun menjadi patah, daun mengering seperti terbakar, -
Tewaskan 4 Orang, ABK Pembawa TKI Ilegal di Bengkalis Diringkus
Polres Bengkalis akhirnya berhasil menangkap anak buah kapal (ABK) yang bertanggung jawab membawa -
Upaya Evakuasi Dua Ekor Gajah Tersesat Masih Berlangsung
Sudah tiga hari anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hulu (inhu), -
Didesak Batalkan DMO, Mendag juga Ditantang Tetapkan DPO Pupuk
Protes terhadap kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) -
Aturan Terkait DBH Sawit Belum Kelar, ini Penyebabnya
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI sampai saat ini masih menyiapkan aturan terkait dengan Dana Bagi -
Beruang Madu di Riau Terjerat selama 24 Jam Dibebaskan BBKSDA
Beruang Madu di Riau Terjerat selama 24 Jam Dibebaskan -
Pokoknya Gila-Gilaan, Tuan...
Gara-gara harga pupuk dan saprodi yang gila-gilaan membuat petani urung mereevaluasi pola














