Jakarta, elaeis.co - Sejumlah pihak menilai sertifikasi RSPO dan ISPO justru menghambat capaian masing-masing. Sebab biaya yang dikeluarkan cukup tinggi.

Dari kacamata Aspekpir Indonesia, anggapan hambatan itu hanya tergantung dari sudut pandang yang diambil saja. Sebab sertifikasi itu berbeda, RSPO bersifat internasional sedangkan ISPO adalah nasional.

"Kalau menghambat satu sama yang lain kita rasa tidak, kalau kurang sosialisasi bisa jadi," ujar Ketua Umum Aspekpir, Setiyono, saat berbincang bersama elaeis.co, Rabu (5/4).

Lanjutnya, ISPO dibiayai oleh pemerintah dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga seharusnya tidak ada perihal yang menghambat sertifikasi RSPO.

"Kurang sosialisasi saja," imbuhnya.

Kata Setiyono, RSPO dan ISPO sendiri memberikan manfaat bagi para petani kelapa sawit. Hal ini tampak dari petani yang sudah mendapatkan RSPO justru menggebu-gebu mengajak petani lain untuk mengajukan sertifikasi itu.

"Manfaatnya tidak kecil, sehingga banyak petani yang sudah mendapatkan sertifikasi itu mengajak yang lain. Dan untuk menjamin kesejahteraan petani sangat bagus jika dijalankan sesuai dengan aturan yang ada," tandasnya.