Peserta juga memperoleh materi mengenai konsep pangan sehat berbasis minyak sawit, regulasi keamanan pangan, teknik branding, serta strategi pemasaran digital agar produk mampu bersaing di pasar.
Transfer teknologi juga dilakukan melalui kunjungan ke Galeri Riset Sawit dan Oil Palm Education Center (OPEC) PPKS. Di lokasi tersebut, peserta menyaksikan secara langsung pemanfaatan minyak sawit padat dan minyak makan merah sebagai produk siap komersial yang dapat dikembangkan oleh UMKM.
Dukungan BPDP terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan UMKM di sektor sawit.
Melalui pemanfaatan hasil riset, diharapkan semakin banyak produk inovatif berbasis sawit yang mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas manfaat ekonomi komoditas strategis tersebut.
Senior Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Anwar Sadat, menegaskan BPDP terus memperluas dukungan kepada masyarakat melalui berbagai program peningkatan kapasitas.
"BPDP memiliki banyak program dukungan kepada masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan, fasilitasi kegiatan, hingga berbagai bentuk dukungan lainnya. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan menghasilkan produk-produk bernilai tambah berbasis kelapa sawit," katanya.
Sebagai informasi, BPDP memperoleh mandat lebih luas melalui Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 untuk mendukung pengembangan komoditas perkebunan strategis, termasuk penguatan hilirisasi, riset, pengembangan SDM, serta pemberdayaan UMKM.
Melalui sinergi BPDP, PT RPN, PPKS, akademisi, dan pelaku usaha, inovasi hasil penelitian diharapkan semakin cepat diadopsi menjadi produk komersial yang mampu memperkuat daya saing industri sawit Indonesia, sekaligus menciptakan nilai tambah hingga ke tingkat usaha kecil.
BPDP dan PPKS Satukan Riset dengan Bisnis, UMKM Siap Panen Peluang Baru
Diskusi pembaca untuk berita ini