Bengkalis, elaeis.co - Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, kini terus gesa realisasi peremajaan sawit rakyat (PSR). Langkah ini selain banyak kebun kelapa sawit yang sudah berusia tua, banyak juga kebun yang produktivitasnya rendah.

"Banyak sekali kebun kelapa sawit milik petani kita yang produktivitasnya rendah
Padahal petani hanya menggantungkan hidupnya pada kebunnya tersebut," ujar Kadisbun Bengkalis, Mohammad Azmir, kepada elaeis.co, Jumat (3/3).

Dari catatannya, kebun- kebun milik petani itu hanya menghasilkan tandan buah segar sebanyak 700kg/bulan. Hasil ini tentu dinilai sangat rendah jika dibandingkan degan potensi tanaman bernama latin Elaeis Guineensis itu.

"Banyak penyebabnya. Salah satunya penggunaan bibit yang asal-asalan. Petani tidak tahu asal-usul bibit yang digunakan tersebut. Bisa dikatakan bibit abal-abal tidak berkualitas," imbuhnya.

Selain itu, rendahnya produktivitas juga lantaran kurangnya perawatan yang dilakukan petani terhadap tanamannya itu. Misalnya dalam pemupukan dan sebagainya.

"Selain perjuangkan PSR, kita juga akan lakukan edukasi mengenai teknik budi daya kelapa sawit itu sendiri," bebernya.

Kata Azmir, luasan kebun rakyat yang terdapat di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan itu mencapai 130.547,70 hektar.