Pekanbaru, elaeis.co - Sutoyo, Ketua Asosiasi Petani Swadaya Anugerah yang berada di Desa Air Putih, Lubuk Batu Jaya, Indragiri Hulu (Inhu), mengaku ada banyak hal positif yang didapatkan para petani sawit dari pelatihan. 

Kata dia, pola pikir petani menjadi lebih terbuka dan lebih baik lagi dalam mengelola kebun sawit mereka usai mendapatkan bimbingan dari perusahaan. 

Itu diungkapkannya saat berbincang dengan elaeis.co di kebun sawit miliknya belum lama ini. Dia dan puluhan petani sawit lain mengaku sangat bersyukur karena ada perhatian dari perusahaan pada petani mandiri sepertinya. 

"Dulu petani ini hanya sepengatahuan mereka untuk berkebun. Setelah ikut program perusahaan, karena kita sering dapat pelatihan, baik mulai perawatan seperti pemupukan, permanen dan juga penggunaan pestisida, jika sebelum hanya sepengatahuan mereka, setelah ikut pengetahuan mereka bertambah," kata Sutoyo.

"Karena pelatihan yang diberikan merubah pola pikir mereka yang tadinya hanya ala kadarnya menjadi lebih baik dan sesuai dengan aturan berkebun yang benar," tambahnya. 

Tak hanya mengubah pola pikir mengenai cara pemupukan yang benar. Tapi juga mengerti tentang tanaman-tanaman lain yang harus ada di sekitar kebun sawit mereka.  

"Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan itu, petani jadi mengerti juga seperti apa tanaman yang harus dipertahankan di kebun dan yang mana harus dibabat. Seperti piringan juga dibersihkan," ujarnya. 

Asosiasi Petani Swadaya Anugerah sendiri saat ini menjadi binaan melalui program SMILE oleh PT Apical Group, PT Asian Agri dan juga KAO. Saat ini petani telah mendapatkan berbagai dampak positif dari kemitraan tersebut.