Jambi, elaeis.co – Manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi-Sumbar bergerak cepat dan tanggap saat banjir melanda 26 desa di lima kecamatan Kabupaten Sarolangun. Melalui unit usaha Kebun Bukit Cermin di Kabupaten Sarolangun dan Kebun Durian Luncuk di Kabupaten Batanghari, BUMN perkebunan tersebut menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa sembako kepada masyarakat terdampak banjir.
Bantuan diserahkan langsung dengan koordinasi bersama Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Sarolangun pada Senin (11/5).
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Manager Kebun Durian Luncuk Feri Pratama dan Manager Kebun Bukit Cermin Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) Bambang Purwanto.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Anggiat Rezki dan Eka Suryani, staf BPMPTSP Sarolangun yang menangani penyaluran bantuan korban banjir.
“Terima kasih, Pak. Bantuan ini segera kami salurkan kepada korban banjir yang telah terdata dan tersebar di puluhan desa. Ini sangat meringankan beban para korban,” ujar Anggiat saat menerima bantuan berupa 100 sak beras, 100 dus mi instan, dan 100 kardus air mineral.
Banjir mulai melanda Kabupaten Sarolangun sejak akhir April 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun mencatat sebanyak lima kecamatan dan 26 desa terdampak akibat tingginya curah hujan di hulu Sungai Batanghari Asai.
Tercatat sebanyak 1.552 rumah warga terendam banjir, dengan ketinggian air di beberapa wilayah mencapai atap rumah, seperti yang terjadi di Desa Pulau Buayo, Kecamatan Bathin VIII.
Manager Kebun Bukit Cermin, Bambang Purwanto, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun begitu air sungai mulai meluap dan merendam permukiman warga di bantaran sungai.
“Kami langsung berkoordinasi dengan BPBD dan Bupati Sarolangun terkait bantuan darurat. Bupati Sarolangun, Hurmin, juga telah mengarahkan agar seluruh bantuan dipusatkan melalui BPMPTSP,” pungkas Bambang.
PTPN IV Regional IV Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir di 26 Desa Sarolangun
Diskusi pembaca untuk berita ini