Medan, elaeis.co – DGL Learning Institute menggelar In House Training Auditor Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bersama POLBANGTAN Medan secara virtual pada Kamis (21/5). 

Pelatihan ini digelar untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) sektor perkebunan kelapa sawit nasional.

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari POLBANGTAN Medan dan dilaksanakan dalam beberapa batch pelatihan. 

Fokus utama pelatihan yakni memperkuat pemahaman peserta terkait prinsip, kriteria, serta regulasi ISPO guna mendukung tata kelola perkebunan sawit berkelanjutan sesuai aturan nasional.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, prinsip dan kriteria ISPO Pekebun, kepatuhan legalitas usaha perkebunan, hingga transparansi penetapan harga tandan buah segar (TBS) dan sistem rantai pasok sawit berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 33 Tahun 2025.

Sejumlah narasumber turut hadir dalam pelatihan tersebut. Ratna Sariati, SP., MM membawakan materi terkait kebijakan pembangunan perkebunan sawit berkelanjutan. Kemudian Sangkah Mangamo Sitompul, SH., M.Sc memaparkan prinsip dan kriteria ISPO Pekebun.

Selain itu, Elvyrisma T. Nainggolan, S.TP., MP menyampaikan materi mengenai penyelenggaraan sertifikasi ISPO, sementara Fadiah Chaerani Taufik, S.TP membahas prasyarat sertifikasi ISPO.

Direktur POLBANGTAN Medan, Nurliana Harahap, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bentuk kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan lembaga pelatihan profesional dalam meningkatkan kualitas SDM perkebunan.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan In House Training Auditor ISPO ini sebagai bentuk kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan lembaga pelatihan profesional dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan,” ujarnya.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut peserta diharapkan mampu meningkatkan wawasan praktis dan kompetensi dalam menghadapi tantangan industri kelapa sawit berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur DGL Learning Institute, M Gema Aliza, menyebut pelatihan auditor ISPO merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam menghadirkan program pengembangan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.

“Pelatihan Auditor ISPO ini merupakan bagian dari komitmen DGL Learning Institute dalam menghadirkan program pengembangan kompetensi yang adaptif terhadap kebutuhan industri, khususnya dalam mendukung implementasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan,” katanya.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama lima hari. Empat hari pertama diisi pembekalan materi terkait regulasi, prinsip dan kriteria ISPO, serta teknik audit. Sementara pada hari terakhir peserta akan mengikuti mock audit atau praktik lapangan implementasi audit ISPO secara langsung.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami pelaksanaan audit ISPO secara lebih komprehensif guna mendukung industri sawit nasional yang berkelanjutan dan sesuai standar nasional.