Bengkulu, elaeis.co - Hampir semua wilayah di Bengkulu saat ini dilanda musim kemarau. Seiring keringnya lahan, kegiatan penanaman bibit sawit jauh berkurang. Permintaan terhadap bibit kelapa sawit turun drastis.
Salah satu penangkar bibit sawit unggul di Bengkulu, Wira Bhakti mengatakan, biasanya dalam satu bulan menjual hingga 300 batang bibit sawit unggul. Namun, kini tidak ada satupun petani yang membeli bibit kelapa sawit.
"Musim kemarau telah membuat permintaan bibit kelapa sawit turun drastis," kata Wira, Sabtu (20/5).
Menurutnya, penurunan pembelian bibit sawit tentu saja mempengaruhi pendapatannya. "Saat ini tidak ada sama sekali pembeli, pendapatan juga tak ada. Malah yang ada uang keluar, karena harus terus merawat bibit," ucapnya.
Menurutnya, ada dua penyebab penurunan permintaan bibit. Yang pertama adalah keringnya lahan pertanian. "Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lama, menyebabkan ketersediaan air terbatas di daerah ini. Kondisi ini membuat petani enggan untuk menginvestasikan uang mereka membeli bibit kelapa sawit," ungkapnya.
Penurunan permintaan bibit juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga kelapa sawit yang tidak stabil. Selama beberapa bulan terakhir, harga TBS sawit mengalami penurunan tajam. "Petani mungkin berpikir mau menanam komoditas lain," tukasnya.
Dian Prasetyo, seorang petani kelapa sawit, mengakui kurang bergairahnya harga TBS mempengaruhi rencana petani mengembangkan kebun.
"Petani tidak mau mengambil risiko, mengeluarkan modal membeli bibit untuk memperluas kebun sementara penjualan hasil panen tak memuaskan," katanya.
Kabar penolakan produk sawit di luar negeri juga sangat mempengaruhi niat petani memperluas kebun. Maraknya kampanye anti-sawit dikhawatirkan membuat konsumen beralih ke minyak nabati lain sehingga pasar minyak sawit berkurang.
"Kami melihat adanya penurunan permintaan produk sawit dari pembeli luar negeri. Makanya kami memilih untuk menunggu dan melihat perkembangan situasi sebelum memutuskan untuk menambah investasi," pungkasnya.
Penangkar di Bengkulu Mengeluh Tak Ada yang Beli Bibit Sawit, ini yang Terjadi
Diskusi pembaca untuk berita ini