Banjarbaru, elaeis.co - Pemerintah Indonesia mendukung penuh Program Petani Sawit Milenial, sebuah inisiatif untuk mendorong generasi muda terlibat dalam upaya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Selain produktivitas dan kesejahteraan, tujuan lain dari program ini adalah untuk mengembangkan generasi petani yang lebih inovatif dan berwawasan lingkungan.
Untuk mendukung program tersebut, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia menggelar Workshop Petani Sawit Milenial Bagi Anggota Aspekpir di Kalsel, Kamis (16/3). Kegiatan yang berlangsung di Banjarbaru itu dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Husnul Khatimah.
“Aspekpir Indonesia fokus pada upaya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit, serta mengembangkan generasi petani yang lebih inovatif dan berwawasan lingkungan. Hal ini sejalan dengan perwujudan visi Kalsel Maju (makmur, sejahtera, dan berkelanjutan), terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata,” jelasnya melalui keterangan resmi Diskominfo Kalsel.
Dia melanjutkan, sektor pertanian, termasuk subsektor perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dan strategis bagi Kalsel.
“Dari data Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, saat ini luas lahan perkebunan mencapai 427.616 hektare yang diusahakan oleh 86 perusahaan perkebunan besar swasta dan negara, serta perkebunan rakyat yang luasnya mencapai 107.582 hektare,” sebutnya.
Selain itu, katanya, terdapat 46 pabrik kelapa sawit (PKS) dengan produksi CPO mencapai 1.145.590 ton per tahun serta industri hilir berupa tiga pabrik minyak goreng dengan kapasitas produksi 5.750 ton per hari dan dua pabrik biodiesel dengan kapasitas produksi 2.500 ton per hari.
“Dari potensi tersebut, kita ketahui bahwa sektor pertanian Kalsel, khususnya subsektor perkebunan kelapa sawit memerlukan tenaga, ilmu, serta daya kreasi dan inovasi, khususnya di sisi teknologi dan bisnis pertanian,”imbuhnya.
Suplai sumber daya manusia (SDM) yang mampu menginspirasi sangat diperlukan untuk memotivasi anak-anak muda menggeluti sektor pertanian dan menjadi mitra bisnis para petani untuk mewujudkan pembangunan sektor pertanian yang berwawasan lingkungan.
“Pemerintah pusat dan daerah selaku pemangku kepentingan serta sebagai pengambil dan pelaksana kebijakan, akan terus berkolaborasi dan bersinergi, dan akan terus mengawal pembangunan subsektor perkebunan kelapa sawit ini secara tepat sasaran,” tambahnya.
Kaum Milenial Diajak Ikut Majukan Industri Sawit Kalsel
Diskusi pembaca untuk berita ini