Ini kelihatan dari jejak deforestasi temperate forest yang terjadi di sana. Puncak deforestasi itu terjadi pada periode sebelum tahun 1700 an dan deforestasi yang menghabiskan virgin forest di USA terjadi pada periode 1600-1900. 

Lantas, FAO, 2012 dan Roser, 2012 mengatakan bahwa negara-negara tropis baru belakangan mulai membangun perekonomiannya. 

Lantaran itu, deforestasi hutan tropis (tropical forest) mulai intensif terjadi sejak tahun 1900-an. Puncak deforestasi hutan tropis itu terjadi pada periode tahun 1950-1979.

Jejak deforestasi pada tropical forest dan non-tropical forest itu juga diperkuat oleh studi Matthew (1983). Pada periode pra-pertanian sampai tahun 1980, deforestasi hutan dunia telah mencapai 701 juta hektar. Angka itu terbagi pada deforestasi hutan non-tropis 653 juta hektar dan hutan tropis 48 juta hektar.

Sebagian besar deforestasi hutan sub-tropis itu terjadi di daratan Eropa dan Amerika Utara. Ini kelihatan dari penurunan forest cover di negara-negara Eropa itu kata Kaplan et al. (2009) dan USDA, (2014) sebelum tahun 1800 an. 

Lalu, apa yang kemudian terjadi? European Union (EU), United Kingdom (UK) dan United States of America (USA) telah mengeluarkan dan memberlakukan kebijakan “deforestation-free”

Regulation on Deforestation-Free Commodity/product dikeluarkan oleh EU pada bulan lalu dan akan diberlakukan tahun depan. Lantas sejak tahun lalu, USA telah memberlakukan Fostering Overseas Rule of Law and Environmentally Sound Trade Act (FOREST Act 2021)

Di tahun yang sama, UK juga telah memberlakukan “deforestation-free”;  UK Environment Act 2021. Walau ada beberapa perbedaan antara ketiga kebijakan itu kata PASPI, tapi prinsipnya tetap sama; “deforestation-free” untuk perdagangan produk atau komoditi domestik dan internasional.

Oleh embel-embel deforestation-free inilah sawit kemudian dijegal. Sawit disebut  sebagai sumber deforestasi di Indonesia. Padahal kalau dihitung-hitung lagi, luas kebun kelapa sawit di Indonesia hanya 16,38 juta hektar. 

Kalau kemudian seperti kata PASPI bahwa semua lahan usaha yang ada saat ini berasal dari deforestasi, luasan kebun kelapa sawit itu masih jauh lebih kecil ketimbang luasan kebun Soybean yang mencapai 122 juta hektar, Sunflower 25 juta hektar dan Rapeseed 36 juta hektar.

"Hampir tidak ada komoditi yang tidak terkait dengan deforestasi. Jadi, kebijakan “deforestation-free” yang hanya diberlakukan pada beberapa komoditi, argumennya lemah sekali," PASPI menegaskan.

Sayang, apa yang dihamparkan PASPI ini belum bisa membuka mata otoritas kehutanan yang ada di Indonesia. Buktinya, lahan-lahan penghidupan petani, masih tetap diburu dengan dalih berada di kawasan hutan. Alamaak...