SISKA dan intercropping merupakan strategi konkret yang bisa direplikasi di berbagai daerah penghasil sawit. Dengan memanfaatkan limbah ternak dan memaksimalkan potensi lahan melalui penanaman kombinasi tanaman, proyek ini membantu menciptakan sawit yang produktif sekaligus ramah lingkungan.

Melalui SustainPalm, IPB University membuktikan bahwa kolaborasi riset internasional mampu menghasilkan solusi nyata. Proyek ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis sains dan partisipasi petani dapat menjadikan kelapa sawit sektor yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing industri.

Ke depan, SISKA dan intercropping diharapkan menjadi model bagi pengembangan sawit berkelanjutan di Indonesia. Pendekatan ini bukan sekadar teori, melainkan implementasi nyata yang siap memperkuat ekonomi petani, menjaga lingkungan, dan menjawab tantangan industri sawit global.