Jakarta, elaeis.co – Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali menguat di pasar domestik dan internasional, dengan CPO yang dipasarkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom menyentuh level baru Rp15.615 per kilogram pada Kamis (26/3).
Kenaikan ini mencapai Rp242/kg atau sekitar 1,57% dibandingkan harga penawaran tertinggi sehari sebelumnya yang berada di level Rp15.373/kg.
Informasi dari KPBN menunjukkan bahwa harga CPO di sejumlah titik penyerahan juga mengalami tren positif. Di Dumai, harga CPO ditetapkan Rp15.615/kg, Teluk Bayur Rp15.485/kg, dan Talang Duku Rp15.415/kg.
Penguatan harga domestik ini sejalan dengan tren positif di Bursa Malaysia Derivatives, yang juga mencatat kenaikan setelah sempat melemah dalam dua sesi sebelumnya.
Penguatan CPO global didorong oleh beberapa faktor. Harga minyak kedelai dunia dan minyak mentah yang meningkat memberikan dorongan signifikan, disertai kinerja ekspor yang solid.
Data surveyor kargo mencatat bahwa ekspor minyak sawit Malaysia pada periode 1–25 Maret meningkat antara 38,4% hingga 50,6% dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ekspor ini menjadi salah satu katalis utama yang menopang harga CPO di pasar internasional.
Selain faktor pasar global, faktor domestik turut mendukung penguatan harga. Rencana kenaikan pajak ekspor minyak sawit Indonesia pada April 2026 berpotensi menahan pasokan global sehingga menjaga keseimbangan pasar.
Selisih harga minyak sawit terhadap gasoil yang kembali melebar juga meningkatkan daya saing CPO sebagai bahan baku biodiesel, sehingga mendorong permintaan tetap kuat.
Pasar minyak nabati lain juga menunjukkan tren positif. Di Bursa Dalian, harga kontrak soyoil naik 0,77% dan kontrak minyak sawit menguat 0,63%, sementara harga soyoil di Chicago Board of Trade naik 0,36%.
Kombinasi faktor global dan domestik ini menciptakan sentimen positif yang mendorong harga CPO domestik dan internasional naik, membuka peluang berlanjutnya tren penguatan dalam jangka pendek meskipun volatilitas pasar tetap tinggi.
Penguatan harga CPO ini menjadi kabar baik bagi petani dan pelaku industri perkebunan sawit, karena memperkuat nilai komoditas strategis Indonesia di pasar global sekaligus mendorong stabilitas ekonomi sektor perkebunan.
Dengan tren kenaikan harga sawit dunia yang positif, CPO KPBN kini berhasil menyentuh level Rp15 ribuan, menandai titik penting dalam pergerakan pasar minyak nabati global.
Harga Sawit Dunia Naik, CPO KPBN Sentuh Level Baru Rp15 Ribuan
Diskusi pembaca untuk berita ini