Jakarta, elaeis.co - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tahun ini kemungkinan tidak akan seperti Maret 2022 lalu.
Harga minyak sawit mentah kala itu mencapai 6.873 Ringgit Malaysia per ton, dan harga berjangka CPO 8.000 Ringgit Malaysia per ton. Harga itu merupakan sejarah bagi industri perkelapasawitan di Malaysia.
Tingginya harga di bulan Maret 2022 lalu karena beberapa faktor, seperti pasokan minyak kedelai, dan tingginya nilai Ringgit Malaysia kala itu.
Namun, harga segitu diprediksi tidak akan terjadi lagi di tahun 2023. Pakar Industri MR Chandran memprediksi, harga CPO rata-rata sekitar 3.800 hingga 4.000 Ringgit Malaysia per ton atau lebih rendah dibandingkan dengan 2022 sebesar 5.100 Ringgit Malaysia per ton.
"Saya memperkirakan harga CPO tahun ini tidak seperti harga di awal tahun 2022,” kata MR Chandran dikutip dari thestar, Minggu (8/1).
MR Chandran memperkirakan, harga CPO diperdagangkan tahun ini sekitar 3.700-4.400 Ringgit Malaysia per ton tahun. Atau hanya terealisasi 4.000 Ringgit Malaysia per ton.
Apalagi akhir-akhir ini, harga CPO dan minyak kedelai telah berkurang dari harga tertinggi sepanjang masa, yakni USD600 atau 2.641 Ringgit Malaysia menjadi USD 470 atau 2.069 Ringgit Malaysia per ton.
"Agar CPO lokal dapat mempertahankan pangsa pasar dan harganya pada level sekitar 4.000 Ringgit Malaysia per ton, minyak kedelai perlu diperdagangkan dengan diskon sekitar USD400 atau 1.761 Ringgit Malaysia per ton," kata Chandran.
Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Eksekutif Asosiasi Minyak Sawit Malaysia, Joseph Tek Choon Yee bahwa harga CPO diperkirakan akan lebih rendah pada tahun 2023 karena pemulihan produksi minyak nabati dan menghadapi penumpukan persediaan minyak nabati.
“Meski begitu, harga CPO diangka 3.000 Ringgit Malaysia per ton bisa terjadi karena produksi beberapa perusahaan perkebunan sudah normal," kata Joseph.
Joseph juga yakin prospek harga CPO tidak terlepas dari faktor bullish dan bearish yang terus saling mempengaruhi dalam penentuan harga, namun tetap mengantisipasi permintaan global terutama karena telah dibukanya pembatasan di China.
Harga CPO Takkan Seperti Maret 2022
Diskusi pembaca untuk berita ini