Pontianak, elaeis.co - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Rapat Koordinasi dengan tema "Siaga Pencegahan Kebakaran Hutan Lahan dan Perkebunan (Karlabun) Jelang Fenomena El Nino 2023 ".

Kegiatan ini dibuka Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Perlindungan Disbunnak Kalbar, Erita Fitriani, dan dihadiri instansi terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten serta perusahaan perkebunan kelapa sawit.

"Rakor Karlabun 2022 sangat penting dan sangat strategis mengingat kecenderungan peningkatan hotspot bahkan kebakaran lahan yang semakin meningkat di beberapa wilayah di Kalimantan Barat meskipun menurut prakiraan cuaca dari BMKG masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," kata Erita melalui keterangan tertulis Disbunnak Kalbar, kemarin.

Ia berharap kegiatan tersebut melahirkan komitmen dan solusi bersama untuk memacu dan memantapkan pencegahan atau penanganan karlabun secara sinergis mulai dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota hingga ke tingkat pemerintahan desa serta perusahaan perkebunan sawit se-Kalbar.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran terutama pada lahan perkebunan yang hampir setiap tahun dihadapi, menurutnya, harus dilakukan kampanye pembukaan lahan tanpa membakar secara terus menerus.

"Prioritaskan upaya-upaya pencegahan terutama pada perusahaan perkebunan di Kalbar. Selain itu, memberikan dukungan kepada perusahaan perkebunan dan masyarakat yang memiliki lahan baik dalam konsesi ataupun di sekitar konsesi perkebunan untuk menerapkan teknik penyiapan lahan yang ramah lingkungan yang berbasis keterampilan atau kearifan lokal masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sudah banyak peraturan yang mengatur tentang pembukaan lahan tanpa membakar dan yang terakhir diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (permentan) Nomor 05/Permentan/KB.410/I/2018 tentang Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar.

"Agar program ini dapat berhasil, saya berharap semua stakeholder terkait dapat mendukung dan menyukseskannya. Dan untuk itu saya mengajak semua elemen bahu membahu menggerakkan sumber daya manusia untuk melakukan deteksi dini dengan teknologi dan peralatan yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran di lahan perkebunan," ucapnya.