Bengkulu, elaeis.co - Demi menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bengkulu Utara, Bupati Bengkulu Utara, Mian, menganjurkan kepada para petani sawit untuk menggarap sawah mereka dan kembali menanam padi. 

Menurut Mi'an, keputusan ini diambil selain menjaga ketahanan pangan, juga sebagai langkah untuk mendiversifikasi pertanian di wilayah tersebut, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta mengurangi ketergantungan pada satu jenis tanaman saja.

"Bagi bapak atau ibu yang punya sawah ya digarap sawahnya jangan dibuat nganggur, tanam lah padi, biar ketahanan pangan terjaga dan sejahtera," kata Mi'an, Selasa (19/12).

Dalam keterangannya, Bupati Mian menjelaskan bahwa diversifikasi pertanian akan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan wilayahnya. 

"Menggarap sawah dan menanam padi akan memberikan keuntungan ganda, yakni meningkatkan produksi padi untuk kebutuhan lokal dan nasional serta memberikan peluang ekonomi baru bagi petani," ujarnya.

Keputusan Bupati ini disambut baik oleh sejumlah petani sawit. Ahmad Dahlan seorang petani sawit di Bengkulu Utara, mengungkapkan, akan berusaha menanam kembali padi. Lebih lagi harga beras saat ini cukup mahal mencapai Rp 21 ribu per cupak.

"Saya merasa senang dengan anjuran Bupati. Ini memberi kami peluang untuk mencoba hal baru dan diversifikasi dapat mengurangi risiko kerugian jika harga sawit turun," ujar Ahmad.

Selain itu, Dinas Pertanian setempat juga memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif diversifikasi pertanian ini. 

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Utara, Desman Siboro, menyatakan, akan memberikan bimbingan teknis kepada petani sawit yang mau menanam padi.

"Kami akan memberikan bimbingan teknis kepada petani yang berminat beralih ke pertanian padi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan," kata Desman.

Meskipun demikian, beberapa petani sawit mengutarakan kekhawatiran terkait peralihan tanaman. Mereka meminta pemerintah memberikan insentif atau bantuan agar transisi ke pertanian padi dapat dilakukan dengan lancar tanpa memberatkan ekonomi mereka.