Bengkulu, elaeis.co - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Dr. Rosjonsyah SIP MM menyoroti pentingnya pemberdayaan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) oleh pabrik kelapa sawit di provinsi Bengkulu. Beliau meyakini bahwa peningkatan pemberdayaan ini dapat menjadi kunci untuk meningkatkan ekonomi daerah.

Dalam pandangan Dr. Rosjonsyah, pabrik kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendukung pemberdayaan UKM di Bengkulu. Sebab kehadiran pabrik kelapa sawit tidak hanya memberdayakan petani sawit, tetapi juga bisa memberdayakan masyarakat, termasuk pelaku UKM.

"Pabrik kelapa sawit jangan hanya memberdayakan petani sawit, tetapi juga berperan aktif dalam memberdayakan pelaku UKM. Ini bisa diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari pemberian gerobak berjualan hingga penyediaan modal melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR)," kata Rosjonsyah, Senin (4/12).

Selain itu, Rosjonsyah juga menekankan perlunya sinergitas antara pabrik kelapa sawit dan pelaku UKM. Kerjasama ini dianggap sebagai langkah positif untuk menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan.

"Bangun sinergitas yang baik antara pabrik kelapa sawit dan pelaku UKM, itu bisa menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan," tuturnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Pelaku UKM Bengkulu, Beni Suharto SE menyambut baik gagasan tersebut. Ia mengungkapkan, pemberdayaan pelaku UKM bisa dilakukan oleh siapapun dan instansi manapun termasuk pabrik kelapa sawit.

"Pemberdayaan dari pabrik kelapa sawit dapat memberikan dorongan signifikan bagi pengembangan usaha kecil menengah di daerah ini. Kami berharap adanya implementasi nyata dari konsep ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah pelaku UKM di Bengkulu turut memberikan tanggapan positif. Mereka menilai  dukungan dari pabrik kelapa sawit dapat menjadi modal awal yang penting untuk mengembangkan usaha mereka.

"Semua pelaku UKM mendukung hal ini, karena ini dapat menjadi modal awal yang penting untuk mengembangkan usaha mereka," tambah Beni.

Namun, Beni mengingatkan agar pemberdayaan UKM tidak hanya bersifat simbolis. Mereka menegaskan perlunya adanya langkah kongkret dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan serta keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah di Bengkulu.

"Diharapkan pemberdayaan pelaku UKM di Bengkulu tidak hanya menjadi retorika, melainkan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah implementatif yang berkesinambungan," pungkasnya.