"Padahal kelapa sawit merupakan tanaman monokultur, sehingga hal ini berdampak pada produksi CPO yang dihasilkan menjadi tidak maksimal," kata dia.
Oleh karena itu, Rizon yakin pelatihan yang digelar oleh BPDPKS DITJENBUN, dan PT CWE, sangat bermanfaat bagi petani kelapa sawit, karena dapat menambah ilmu, meningkatkan produksi, serta tentunya akan meningkatkan kemakmuran petani.
Baca juga: Didukung BPDPKS dan Ditjenbun, PT RPN Bakal Gelar Pelatihan SDM PKS di Medan
M Rizon juga berharap bahwa seluruh petani dapat dengan seksama dan serius mengikuti pelatihan, karena dari 23.000 orang petani di Kabupaten Bengkulu Utara hanya 88 orang yang mengikuti pelatihan ini.
"Para petani peserta pelatihan adalah orang-orang pilihan yang nantinya akan menjadi penerus dan penyambung lidah bagi petani yang lain dalam menerapkan teknis budidaya dan panen kelapa sawit yang tepat," ujarnya.
Dalam acara itu tiga petani sawit menjadi perwakilan yang menerima secara simbolis nametag atau ID Card, yaitu Rina Yuli Astuti, Kolem, dan Bakat Seno Pratomo.
Ketiga peserta merasa bangga dan senang bisa terpilih mengikuti pelatihan ini dari ribuan petani yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara.
Baca juga: Petani Sawit di Ketapang Jalani Pelatihan Sawit Berkelanjutan
Mereka berharap pelatihan tersebut dapat merubah mindset dan pelaksanaan teknis budidaya dan panen yang mungkin selama ini kurang tepat dilakukan.
Mereka berjanji kalau ilmu dan pengetahuan yang telah didapatkan dari pelatihan ini juga akan dibagikan ke teman-teman petani yang belum terpilih.
Tidak Kenal Lelah, BPDPKS, DITJENBUN, dan PT CWE Berkolaborasi Latih 88 Petani Sawit Bengkulu Utara
Diskusi pembaca untuk berita ini