Pekanbaru, elaeis.co - Ketua Umum Aspek-PIR Indonesia, Setiyono, mengungkapkan bahwa kelapa sawit baik untuk petani, bahkan untuk bangsa Indonesia.

Setiyono yang menjadi salah satu narasumber dalam talk show gelaran Sawit Indonesia Expo dan Promosi Sawit Baik Riau (Siexpo) 2023, Selasa (8/8) kemarin, mengatakan jika sawit tidak baik, maka suatu hal yang aneh. Sebab saat ini banyak petani yang sukses dan perekonomiannya meningkat lantaran berbudidaya kelapa sawit.

"Saya adalah petani kelapa sawit. Dulu saya transmigrasi dari Jawa ke Riau dengan keadaan miskin. Bisa seperti ini lantaran kelapa sawit. Jadi yang bilang sawit itu tidak baik, kurang ajar itu," cetus Setiyono dalam gelaran yang dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar, itu.

Ia juga mengungkapkan kesedihannya, di mana yang  mengklaim bahwa sawit itu tidak baik adalah bangsa Indonesia sendiri. Bahkan hingga kini ada sejumlah pihak yang melakukan kampanye negatif terhadap kelapa sawit.

"Suatu waktu saya pernah diundang dalam sebuah pertemuan semacam diskusi di Jerman. Dalam acara tersebut justru orang kita yang menjelek-jelekan sawit. Bahkan petani yang dihadirkan di acara tersebut adalah petani yang gagal mengurus kebunnya. Sehingga tidak menghasilkan," ceritanya.

Tidak sampai di situ, Setiyono lantas menantang pihak yang tidak percaya jika sawit itu baik untuk terjun ke kebun kelapa sawit milik masyarakat. Agar melihat bagaimana kehidupan masyarakat yang berbudi daya sawit, yang justru memiliki kemampuan ekonomi yang cukup bagus.

"Selain baik, dalam membuka kebun, petani juga harus mengikuti aturan atau regulasi yang ada. Jadi tidak sembarangan," jelasnya.

Ditekankan Setiyono, sejak munculnya kelapa sawit sekitar tahun 1980-an, sudah terdapat aturan dari 9 menteri, gubernur dan sebagainya. "Jadi kalau sawit itu tidak baik, tidak mungkin. Karena pembangunan perkebunan kelapa sawit didukung oleh aturan," tegasnya.

Masih katanya, pembuktian sawit itu baik untuk dikembangkan adalah pada tahun 2.000, di mana Bank Dunia sempat membiayai kelapa sawit. Seiring waktu kelapa sawit justru menjadi ancaman bagi komoditi Eropa, yang notabenenya adalah komoditi pesaing kelapa sawit seperti kedelai dan bunga matahari.

Saat itulah baru mulai muncul berbagai permasalahan, bahkan hampir di semua lini perkebunan kelapa sawit dipersoalkan. "Ini indikasinya untuk menyelamatkan petani mereka yang berbudidaya kedelai bunga matahari dan sebagainya. Sehingga membuat sulit petani sawit," ungkapnya.