Pekanbaru, elaeis.co - Petani kelapa sawit yang berada di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, mengancam akan membunuh gajah yang masuk dalam kebun sawit milik mereka. Kawasan ini memang kerap dikunjungi satwa liar berbadan tambun tersebut. Bahkan dua pekan terakhir kawanan gajah liar masuk ke kebun sawit milik mereka.

Pernyataan petani ini membuat geram para pemerhati satwa. Tidak terkecuali Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Afni Zulkifli.

Dalam sebuah unggahan video dalam akun Instagram BBKSDA Riau, Afni tampak kesal dan tegas menanggapi pernyataan petani tersebut. Dalam video itu, Afni di hadapan para petani dan pihak kepolisian menjelaskan bahwa bukan gajah yang masuk ke kebun para petani, namun petanilah yang masuk ke rumah gajah.

"Saya kalau soal satwa, saya tegas, Pak. Gajah itu makhluk sosial, dia berkelompok dan menyusui anaknya seperti anak kita. Rumah bapak aja tidak mau diganggu, tanah setapak pun ngamuk bapak," tegasnya dalam video yang dilihat elaeis.co, Sabtu (11/2).

Dikatakannya, gajah tidak akan melewati jalan lain untuk mencari makan walaupun berpuluh-puluh tahun. Artinya jika gajah muncul di kebun kelapa sawit bisa jadi itu adalah jalur yang sering di lewati oleh satwa berbelalai tersebut.

"Gajah itu tidak pernah berjalan begini, lalu begini, zig-zag, nggak pak. Gajah jalan dijalurnya sampai puluhan tahun. Dia gak ngerti bangunan, di jalurnya ada rumah, mereka akan tetap menerobos karena  tidak paham," bebernya.

Afni juga mengatakan tidak sedikit bayi gajah yang mati dalam kanal yang memutus jalur jalan gajah mencari makan.

Terakhir Afni mengatakan bahwa gajah tidak memiliki akal pikiran. Sementara manusia sebagai makhluk yang paling mulia di sisi Sang Pencipta. Untuk itu kata dia, seharusnya petani memiliki hati dan akal untuk merespons dengan bijak kasus masuknya gajah ke perkebunan sawit tersebut.