Pasirpangaraian, elaeis.co - Sejak akhir 2023 lalu, produktivitas kebun sawit petani di Kabupaten Rokan Hulu (rohul), Riau, mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini masih terjadi sampai sekarang.
Wartini, salah seorang petani di Desa Trans DU-SKPC, Kecamatan Rambah Hilir, mengaku dalam dua bulan terakhir hasil panen kebun sawitnya anjlok.
Bahkan penurunan produktivitas kebun sawitnya mencapai 70 persen lebih. Mereka menyebut kondisi ini sebagai musim trek.
"Trek parah udah dua bulan ini. Biasanya 3 hektar dapat 2 ton sekali panen. Sekarang paling cuma dapat 600 sampai 800 kilo," kata dia kepada elaeis.co, Kamis (29/2).
Walau begitu, dia tetap bersyukur karena harga tandan buah segar (TBS) sawit masih cukup baik. Bahkan terus mengalami kenaikan sejak sebulan terakhir.
"Alhamdulillah lah bisa diimbangi sama harganya yang tinggi. Jadi nggak terlalu terasa kali treknya, karena terbantu sama harga," ujarnya.
Dia mengaku saat ini harga TBS yang diterimanya sudah berada di kisaran Rp 2.200/kg. "Sekitar segitulah sekarang. Yang pasti sudah di atas Rp 2.000 terus," pungkasnya.
Sawit Trek, tapi Petani di Rohul Tetap Enjoy
Diskusi pembaca untuk berita ini