Berita / Sumatera /

Permintaan CPO Meningkat, Ekonomi Bengkulu Menguat

Permintaan CPO Meningkat, Ekonomi Bengkulu Menguat

CPO kelapa sawit. Foto: IST.


Bengkulu, Elaeis.co - Permintaan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) pada triwulan II tahun 2024 ini diperkirakan akan terus meningkat. Hal tersebut tentu saja dapat memicu pertumbuhan ekonomi Bengkulu ikut menguat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Darjana mengatakan, ketika permintaan CPO dari luar negeri menguat maka mampu memberikan peluang yang baik bagi ekonomi di Bengkulu. Bahkan pada Januari 2024 lalu, tercatat kinerja ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia mencapai 2,802 juta ton atau naik 14,63% dibanding ekspor pada Desember 2023 yang hanya sebesar 2,451 juta ton. Kenaikan terbesar terjadi pada ekspor CPO dengan angka yang cukup fantastis yakni mencapai 80,47% yakni dari 192 ribu ton di Desember 2023 menjadi 347 ribu ton di Januari 2024.
"Kami memperkirakan permintaan CPO dari akan terus naik pada triwulan II 2024. Hal ini dapat menjadi peluang yang baik bagi sektor perkebunan di Bengkulu dan memberikan peluang yang baik bagi ekonomi daerah ini juga," ujar Darjana, Senin 1 April 2024.

Baca Juga: Buruh Sawit di Mukomuko Menyuarakan Kekhawatiran Tak Terima THR

Dalam beberapa tahun terakhir, harga CPO Indonesia sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, prediksi menguatnya permintaan CPO pada tahun 2024 ini dapat menjadi angin segar bagi para petani kelapa sawit di Bengkulu.
"Tentu ini menjadi angin segar bagi petani sawit di Bengkulu, karena penguatan permintaan CPO akan membuat harga TBS kelapa sawit ikut naik," tuturnya.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Alokasi Pupuk Subsidi, Petani Kelapa Sawit Terpinggirkan

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon SHut MSi mengatakan, pihaknya akan memperkuat program pengembangan perkebunan kelapa sawit di Bengkulu. Hal itu dilakukan agar produksi dan kualitas CPO semakin meningkat.
"Kami akan terus memperkuat program pengembangan perkebunan kelapa sawit di Bengkulu. Dengan adanya prediksi menguatnya permintaan CPO, kami optimis dapat meningkatkan produksi dan kualitas CPO kami," ujarnya.

Baca Juga: Ternyata Ini Rahasia Tanaman Sawit Bisa Berbuah Lebat dan Anti Trek

Selain itu, Rizon juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara ekspor dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. 
"Kami juga harus memastikan bahwa produksi CPO yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, sambil tetap memperhatikan pasar ekspor yang potensial," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Bengkulu, John Irwansyah Siregar menyambut baik prediksi menguatnya permintaan CPO dari Tiongkok di awal tahun 2024 ini. Ia berharap hal ini dapat memperbaiki kondisi pasar CPO di Bengkulu dan Indonesia pada umumnya.
"Dengan menguatnya permintaan CPO dari Tiongkok, kami berharap harga CPO Indonesia dapat kembali stabil dan naik. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif bagi para petani kelapa sawit di Bengkulu dan seluruh Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menambahkan pentingnya meningkatkan kualitas produk CPO Indonesia untuk dapat bersaing dengan produk lain dari negara lain seperti minyak kedelai dan biji matahari.
"Kami harus terus meningkatkan kualitas produk CPO Indonesia agar dapat bersaing dengan produk dari negara lain. Hal ini juga dapat meningkatkan daya saing industri perkebunan kelapa sawit Indonesia secara keseluruhan," pungkasnya.


 

Komentar Via Facebook :