Bengkulu, elaeis.co - Pabrik kelapa sawit di Bengkulu menunjukkan komitmen untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. 

Salah satu inisiatif yang diambil adalah melalui fasilitasi pembangunan kebun masyarakat, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penduduk lokal.

Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, menekankan pentingnya kontribusi pabrik kelapa sawit terhadap masyarakat sekitar. 

Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa pola dan bentuk fasilitasi pembangunan kebun masyarakat bisa beragam, termasuk melalui pola kredit, pola bagi hasil, dan bentuk pendanaan lainnya sesuai kesepakatan bersama.

"Pola dan bentuk fasilitasi pembangunan kebun masyarakat bisa melalui pola kredit, pola bagi hasil, serta bentuk pendanaan lain yang disepakati para pihak dan atau bentuk kemitraan lainnya," ujar Rosjonsyah, Jumat (8/12).

Rosjonsyah juga mengekspresikan harapannya agar kegiatan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat menggunakan pola bagi hasil pendapatan atau Dana Alokasi Plasma (DAP) atau Sisa Hasil Usaha (SHU). 

Menurutnya, hal ini dapat menjadi solusi untuk menjembatani kepentingan masyarakat sekitar kebun. Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, dan investasi di sektor ini dapat berjalan lebih lancar.

"Perusahaan kelapa sawit bisa menggunakan pola bagi hasil pendapatan atau Dana Alokasi Plasma (DAP) atau Sisa Hasil Usaha (SHU). Menurutnya, hal ini dapat menjadi solusi untuk menjembatani kepentingan masyarakat sekitar kebun," tuturnya.

Inisiatif fasilitasi pembangunan kebun masyarakat dengan pola bagi hasil atau Dana Alokasi Plasma (DAP) dan Sisa Hasil Usaha (SHU) tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga dapat memberdayakan masyarakat sekitar. 

Melalui kemitraan ini, diharapkan masyarakat sekitar kebun dapat lebih aktif terlibat dalam kegiatan pertanian kelapa sawit.

"Kita ingin perusahaan kelapa sawit tidak hanya memberikan manfaat finansial melalui pola bagi hasil, tetapi juga dapat memberdayakan masyarakat sekitar," ungkap Rosjonsyah.

Langkah-langkah ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lingkungan di mana pabrik kelapa sawit dan masyarakat dapat saling mendukung dan berkolaborasi. 

Fasilitasi pembangunan kebun masyarakat menjadi jalan tengah yang dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan sambil memastikan dampak positif pada tingkat kesejahteraan masyarakat Bengkulu.

"Fasilitasi pembangunan kebun masyarakat menjadi jalan tengah yang dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan sambil memastikan dampak positif pada tingkat kesejahteraan masyarakat Bengkulu," ujarnya.

Kendati demikian, perlu ada mekanisme pengawasan dan evaluasi yang ketat untuk memastikan implementasi program fasilitasi berjalan dengan baik. Hal ini penting untuk mencegah potensi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat lokal. 

'Transparansi dan keterlibatan aktif dari semua pihak terkait menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan ini," tutup Rosjonsyah.

Dengan upaya bersama antara pabrik kelapa sawit, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat dapat menjadi model kolaboratif yang berhasil. 

Ini bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk kesejahteraan jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat.