Sibuhuan, elaeis.co - Kementerian Sosial (Kemensos) RI menaruh empati terhadap keluarga Malim Oloan Nasution, bocah berusia 10 tahun yang tewas hanyut di Sungai Barumun, Desa Aek Buaton, Kecamatan Aeknabara Barumun, Kabupaten Padanglawas (Palas), Sumatera Utara.

Kemensos lantas memberikan bantuan modal usaha produktif kepada Pamusuk Nasution (38), ayah Malim. Bantuan itu diserahkan Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Palas, H Achmad Fauzan Nasution MPd.

Fauzan mengatakan, musibah yang dialami keluarga Pamusuk terjadi saat Malim mencari brondolan sawit bersama teman-temannya.

"Korban hanyut terseret arus Sungai Barumun. Peristiwa ini mendapat perhatian banyak pihak baik pemerintah maupun kalangan pers sehingga cepat terpublikasi," jelasnya melalui keterangan resmi Pemkab Palas.

Setelah mengecek kebenaran berita di media massa, Staf Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos RI, Dika Yudhistira Rizqy dan A’fiyah Rohadatul A’isy, lantas mengusulkan bantuan bagi ahli waris almarhum.

"Mengingat musibah ini menimpa keluarga yang benar-benar keluarga kurang mampu, Kemensos RI memberikan bantuan modal usaha produktif sebesar Rp 15 juta," sebutnya.

Fauzan berharap bantuan yang diberikan bisa dipergunakan sebaik mungkin sehingga bisa membantu untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Polres Palas, tim SAR, dan para insan pers, sehingga peristiwa yang menimpa keluarga ini menarik perhatian banyak pihak," ucapnya.

"Atas nama Pemkab Palas kami turut berduka dan prihatin atas musibah berpulangnya almarhum ananda Malim. Semoga bantuan ini bermanfaat, dan kiranya keluarga yamg ditinggal dapat bersabar dan diberi kekuatan," imbuhnya.

Pamusuk mengaku tidak menyangka naas yang menimpa keluarganya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.

"Terima kasih kepada Pemkab Palas dan Kemensos RI atas bantuan ini. Jujur saya sangat terharu atas perhatian yang diberikan pada keluarga kami," ucapnya.