Bengkulu, elaeis.co - Masyarakat Bengkulu Utara mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara membangun jalan tani yang menghubungkan jalan poros utama ke perkebunan kelapa sawit rakyat.
Desakan tersebut dilakukan karena banyak jalan tani belum mengakomodir banyak kebun milik masyarakat di daerah ini.
Menanggapi itu, Bupati Bengkulu Utara, Mian mengaku setiap tahun mereka telah mengajukan usulan pembangunan jalan tani, tetapi terbatasnya anggaran membuat tidak semua usulan bisa direalisasikan.
"Jalan-jalan tani setiap tahun kita usulkan, tapi belum semua usulan bisa direalisasikan pemerintah pusat karena anggaran terbatas," kata Mian, Minggu (10/12).
Kendala ini semakin kritis dengan bertambahnya luas kebun sawit masyarakat yang kini memasuki usia produktif.
Beberapa lokasi perkebunan sawit masih kekurangan jalan tani, mempersulit petani dalam aktivitas keluar masuk kebun dan mengangkut hasil panen, pupuk, serta bibit sawit.
"Kami menyadari kekurangan karena luas kebun sawit masyarakat bertambah sementara jalan tani belum begitu banyak di daerah ini," ujar Mi'an.
Mian mengaku, pihaknya akan terus memperjuangkan pembangunan jalan tani menuju kebun sawit. Bahkan dirinya tetap memohon kepada masyarakat untuk terus mengusulkan pembangunan jalan tani menuju kebun sawit.
"Kami akan terus memperjuangkan pembangunan jalan tani, kami minta masyarakat jangan lelah untuk mengusulkan pembangunan jalan," tutur Mian.
Meskipun tidak lagi mendapatkan kepercayaan masyarakat, Bupati Mian mengungkapkan bahwa ia tidak merasa kecewa.
Meski demikian, ia tetap memotivasi masyarakat untuk terus berusaha mendorong pemerintah Provinsi dan Pusat agar menyediakan anggaran untuk membangun jalan tani menuju kebun sawit masyarakat.
“Kita usulkan saja belum tentu direspon pemerintah pusat dan provinsi, apalagi tidak diusulkan, makanya tetaplah berusaha meminta walaupun belum tentu dipenuhi," pungkasnya.
Masyarakat Bengkulu Utara Desak Pemkab Perbanyak Jalan Tani Menuju Kebun Sawit, Ini Jawaban Bupati
Diskusi pembaca untuk berita ini